3 Jenderal TNI Pernah Tersandung Konflik Dengan Presiden Soeharto

Berita Hari Ini ~Jenderal TNI pernah tersandung konflik dengan Presiden Soeharto dan harus menjalani kehidupan yang sulit.

Presiden Soeharto terlibat beberapa konflik semenjak masih menjabat sebagai Jenderal TNI dan setelah menduduki jabatan nomor satu di Indonesia.

Presiden Soeharto tak segan melengserkan para Jenderal yang terlibat konflik dengannya, bahkan hingga urusan pribadi.

1. Jenderal Polisi Hoegeng Imam Santoso

Awal hubungan Hoegeng dengan Soeharto terbilang baik dan akrab satu sama lain, namun akhirnya keduanya berkonflik.

Kejujuran dan ketegasan Polisi Hoegeng mengenai pemberantasan korupsi, penyelundupan, nepotisme dan kejahatan lainnya mengusik Soeharto.

Hal ini terjadi pada saat kasus sengkuni muncul pada tahun 1960an, Jenderal Polisi Hoegeng tergerak untuk mengusut tuntas kasus tersebut.

Dia yakin bahwa hasil akhir persidangan mengenai kasus pemerkosaan anak seorang pedagang telur hanyalah sebuah rekayasa.

Hakim yang tidak memberikan keadilan kepada korban, membuat Hoegeng tergerak untuk turut mengusut kasus tersebut.

Jenderal Hoegeng langsung membentuk sebuah tim, akan tetapi Soeharto sudah terlebih dahulu mengambil kasus tersebut.

Lagi-lagi ketika Hoegeng mengusut kasus mengenai penyelundupan mobil mewah oleh Robby Tjahjadi membuat Soeharto naik darah.

Ketika Hoegeng ingin menemui Soeharto dan memberitahu bahwa Robby akan ditahan, namun ternyata keduanya sedang berbincang di rumah Presiden ke-2 Indonesia tersebut.

Sejak saat itu Purnawirawan Jenderal Polisi Hoegeng sudah tidak percaya lagi dengan Presiden Soeharto dan tak lama kemudian dicopot dari jabatannya.

Dan beberapa konflik lainnya setelah dicopot jabatan sebagai Jenderal Polisi.

2. Jenderal TNI AH Nasution

Nasution adalah atasan Soeharto di Angkatan Darat dan memiliki hubungan yang cukup baik dengan adik tingkatnya tersebut.

Awal konflik keduanya bermula saat Nasution sebagai KSAD dan mengetahui bahwa Soeharto melakukan penyelundupan komoditas bersama beberapa rekannya.

Jenderal Nasution hampir memecat Soeharto sebelum akhirnya ditolong oleh Staf Angkatan Darat Jenderal Gatot Subroto.

Sikap anti PKI antara keduanya membuat sempat membaik, namun setelah Soeharto menjadi Presiden hubungan kembali memburuk.

Presiden Soeharto membubarkan MPRS yang dipimpin oleh AH Nasution 1972, gerak geriknya pun diawasi oleh aparat.

Bahkan media-media dilarang untuk tidak memberitakan Nasution, dan kesulitannya semakin bertambah ketika bergabung dengan Petisi 50.

3. Letnan Jenderal KKO Ali Sadikin

Awal mulai konfliknya dengan Soeharto ketika Ali Sadikin sudah pensiun dari militer maupun pemerintahan.

Konflik dimulai ketika Ali Sadikin dan Jenderal lainnya menggagas keprihatinan pidato Soeharto pada 1980.

Ali Sadikin pernah mengalami penekanan ketika akan mengantarkan istrinya berobat ke Belanda pada tahun 1986 dihalangi imigrasi.

Bahkan Ali Sadikin juga tidak dapat izin untuk berangkat Haji, dan tidak diijinkan untuk datang pada perayaan hari Nasional.

Kesulitan yang dialami tidak hanya menimpa Ali Sadikin, tetapi juga pada seluruh keluarganya dan berimbas pada anak Purnawirawan Jenderal KKO ini.

Baca Juga:5 Istri Soekarno dan Latar Belakang Kisah Asmara

Baca Juga:Pemandangan Gurun Sahara di Aljazair Diselimuti Salju

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

 

 

 

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.