Aktivis Hak-hak Perempuan di Afghanistan Ditembak Mati, Peluru Menembus Organ Vital

Aktivis Perempuan di Afghanistan Ditembak Mati

Berita Hari Ini ~Tubuh Froza Safi diidentifikasi di kamar mayat di Kota Mazar-i-Sharif setelah dilaporkan hilang pada 20 Oktober.

Kami mengenalinya dari pakaiannya. Pelauru telah menghancurkan wajahnya,”kata adik Safi.

Ada luka peluru dimana-mana, terlalu banyak untuk dihitung, di kepala, jantung , dada, ginjal dan kakinya.

Cincin pertunangan dan tasnya telah diambil.

Pada Kamis lalu, pasukan keamanan Taliban membawa jasad dua orang wanita tidak dikenal yang meninggal ditembak ke rumah sakit di Provinsi Balkh, jelas seorang dokter bernama Meraj Faroqi.

Pejabat Taliban untuk urusan informasi di Provinsi Balkh, Zabihullah Noorani mengatakan, kedua mayat wanita itu ditemukan di samping dua jasad pria di sebuah rumah di Mazar-i-Sharif.

Dia menduga bahwa mayat yang ditemukan bisa jadi adalah korban konflik pribadi.

Sejak pertengahan Agustus, wanita di Afghanistan gencar melakukan protes terhadap Taliban.

Mereka menuntut hak-haknya dipenuhi dan dilindungi.

Taliban diketahui membatasi anak perempuan untuk bersekolah hingga melarang wanita bekerja atau berolahraga.

Pemerintahan saat ini juga hanya beranggotakan laki-laki.

Pada Kamis lalu, Human Rights Watch mengatakan aturan Taliban melarang wanita melakukan pekerjaan sosial akan mempercepat terjadinya krisis kemanusiaan.

Para aktivis mengaku sedang diburu Taliban dengan cara menyusup dan mengintimidasi kelompok perempuan.

Sekitar akhir bulan lalu, Frozan disebut menerima telepon dari nomor tidak dikenal.

Orang dalam sambungan itu menyuruhnya mengumpulkan bukti pekerjaannya sebagai aktivis dan pergi ke tempat yang aman.

Frozan percaya dengan instruksi itu karena dia sedang dalam proses permohonan suaka di Jerman.

Wanita 29 tahun itu, kata sang adik Rita, langsung membereskan dokumen, termasuk ijazahnya dan meninggalkan rumah.

Ayah Frozan dan Rita, Abdul Rahman Safi mengatakan bahwa jasad putrinya itu ditemukan di sebuah lubang tidak jauh dari kota dan didaftarkan sebagai orang tidak dikenal.

Rekan aktivis Frozan, Zahra mengatakan bahwa dia dan Frozan bersama-sama melakukan protes di Mazar-i-Sharif melawan pemerintahan Taliban baru-baru ini.

“WhatsApp saya telah diretas. Saya tidak berani buka media sosial sekarang,” kata Zahra.

Kelompok ekstremis di Afghanistan melancarkan kekerasan terhadap aksi protes termasuk kepada aktivis perempuan.

Wanita yang mengikuti unjuk rasa dilaporkan dipukuli dengan tongkat hingga wartawan yang meliput turut dianiaya.

Baca Juga:Inggris Jadi Negara Pertama yang Setujui Pil Merck Molnupiravir sebagai Obat Covid-19

Baca Juga:Biden dan Jokowi Desak Militer Myanmar Bebaskan Tahanan Politik

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.