Asyik Mandi di Sungai, Kakak Adik di Banyuwangi Tewas Terseret Arus

Kakak Adik Tewas Terseret Arus

Berita Hari Ini ~ Dua bocah kakak beradik di Banyuwangi ditemukan tewas setelah hanyut di sungai saat mandi di Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran. Pencarian dilakukan selama hampir 2 jam. Keduanya ditemukan tewas sekitar 300 meter dari lokasi pertama kali mereka mandi.

Kedua korban adalah Alvaro Rizki Ardiyansah (8) dan Azzahra Al Isha Rahma (6). Dua bocah tersebut tinggal di Dusun Kampung Baru, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Musibah itu terjadi sekitar pukul 13.30 WIB, Selasa (8/12/2020).

Awalnya, dua bocah ini berenang bersama dua kakaknya, Arya Evan Bramahtio, (9) dan Asrof, (12). Beberapa warga yang melihat mereka berenang sudah mengingatkan mereka untuk berhati-hati dan meminta mereka untuk pulang. Namun sayang, selang beberapa jam mereka mandi, tiba-tiba saja warga sekitar dikagetkan dengan teriakan salah satu bocah itu.

“Sekitar pukul 13.30 WIB, warga yang rumahnya berada di dekat TKP mendengar teriakan minta tolong dari korban. Kemudian saksi bangun dan keluar rumah dan mendapati ada 2 orang anak yang tengelam dan minta tolong,” jelas Kapolresta Banyuwangi, Kombes Arman Asmara Syarifuddin

Dari teriakan itu, kemudian warga langsung menyelamatkan dua orang anak yang hanyut. Kedua korban yang selamat itu menyampaikan kalau dua adiknya hanyut terbawa aliran sungai. Mendengar itu, warga kemudian minta tolong pada masyarakat sekitar.

Sejumlah warga segera melakukan pencarian dengan turun ke sungai. Selang dua jam, warga berhasil menemukan Alvaro Rizki Ardiansah. Dia ditemukan di dasar sungai yang berjarak sekitar 50 M dari tempatnya hanyut.

“Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia,” tambah Kapolresta.

Warga terus melakukan pencarian. Azzahra Al Isha Rahma berhasil ditemukan di dasar sungai. Hanya saja lokasinya lebih jauh yakni sekitar 300 meter dari tempatnya tenggelam.

“Kedua korban kemudian dibawa ke Rumah sakit untuk dilakukan pemeriksaan luar,” jelasnya.

Arman mengatakan kedua orang tua korban menolak untuk dilakukan autopsi pada kedua anaknya yang meninggal. Mereka menyadari peristiwa tersebut murni kecelakaan dan sudah menjadi takdir untuk kedua anaknya.

“Orang tuanya telah membuat surat penolakan untuk dilakukan autopsi,” pungkas Arman.

Baca Juga : Meski Ada Vaksin Covid-19, Jokowi Ingatkan Tetap Disiplin Protokol Kesehatan

Baca Juga : Harapan Baru! Vaksin Corona Tiba di Indonesia

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.