Mengenal Kisah Budak Wanita Masa Penjajahan Jepang “Jugun Ianfu”

Jugun Lanfu

Kimiko Kaneda adalah seorang Wanita Korea Selatan korban dari perbudakan seksual oleh militer Jepang atau yang disebut Jugun Ianfu.

Dirinya sejatinya memiliki darah Jepang lantaran ibunya berasal dari Jepang dan ayahnya Korea Selatan.

Kimiko harus menanggung pedih masa-masa menjadi Jugun Ianfu, istilah untuk tawanan budak seks bagi para tentara Jepang di Korea.

Kaenada melanjutkan ceritanya yang mengerikan ketika menjadi korban kejahatan perang.

“Malam itu, kami tidur disana dan dipagi hari kami ditempatkan di kamar mereka. Tentara datang ke kamar saya, tapi saya menolak dengan sekuat tenaga. Tentara pertama datang dengan kondisi tidak mabuk dan ketika ia mencoba merobek pakaian saya, saya teriak ‘Tidak!”.

“Datang tentara kedua yang sedang mabuk, dia mengangkat pisau dan mengancam saya untuk dibunuh jika tidak menuruti perkataannya. Aku sendiri tidak peduli jika saat itu harus mati, dan pada akhirnya dia menikam saya,” Kaenada berbicara sambil menunjukkan letak luka di dadanya.

Narasi cerita berikutnya adalah Kaenada terus mencoba melawan ketika para tentara Jepang hendak melampiaskan keinginannya.

Setelah ia dibawa oleh polisi militer untuk dirawat di rumah sakit karena luka di dadanya, Kaenada kembali dikirim ke kamar.

Budak Wanita Masa Penjajahan Jepang "Jugun Ianfu"

Perlakuan Kejam Yang Didapatkan Jugun Ianfu

“Seorang tentara yang baru pulang dari pertempuran datang karena melihat pengobatan luka saya yang lebih baik meskipun masih menyisakan plester di dadaku.

Tentara itu mulai menyerang saya, dan ketika aku tidak melakukan apa yang dia katakan, dia menarik pergelangan tangan saya dan melepar saya keluar ruangan.

Pergelangan tangan saya patah dan masih sangat lemah hingga kini. Saya kemudian ditendang dan anda bisa melihat tulang langsung dari kulit yang terbuka.

Perempuan yang lahir di Tokyo pada 22 Oktober 1921 dan meninggal dunia pada 2005 lalu ini mewakili salah satu dari banyaknya wanita yang bernasib sama atau bahkan lebih buruk.

Baru-baru ini, polemik terkait kejahatan perang masa lalu yang menyangkut para korban budak seks kembali mencuat.

Jumat (6/1) lalu, Jepang menarik duta besarnya untuk Korea Selatan di Busan lantaran adanya sebuah patung perempuan di depan konsulat Jepang yang diletakkan oleh para aktivis.

Jugun Ianfu atau wanita penghibur ada di masa pendudukan tentara Kekaisaran Jepang selama Perang Dunia Kedua.

Menurut Asian Women’s Fund, lembaga yang didirikan Jepang sebagai bentuk kepedulian, penyesalan dan permintaan maaf terhadap masalah Jugun Ianfu.

Tujuan tentara militer kekaisaran Jepang mengumpulkan wanita penghibur yang ditempatkan di sebuah rumah adalah untuk mempermudah dan mencegah tindak perkosaan yang dilakukan oleh personel tentara Jepang di daerah yang sedang diduduki.

Baca Juga : Guru Bahasa Inggris Di Vietnam Diperkosa Secara Brutal

Baca Juga : Mau Tau Rahasia Langsing Tanpa Olahraga ? Berikut Caranya

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

Di sini.jpg

Source

Leave a Reply