Cerita Lagu Malam Kudus yang Dinyanyikan di Malam Natal

Tepat Pada Tanggal 24 Desember 1818 Lagu Malam Kudus Pertama Kali Dinyanyikan

Lagu Malam Kudus tak pernah absen dilantunkan dalam setiap misa atau kebaktian di malam Natal. Tepat pada tanggal ini di tahun 1818, nyanyian ini pertama kali dilantunkan di gereja Santo Nicholas, Oberndorf, Austria. Tak banyak yang mengetahui lirik lagu itu awalnya sebuah puisi. Seorang imam Katolik di Oberndorf bernama Josef Mohr menggubahnya dua tahun sebelum dijadikan syair sebuah lagu.

Saat itu perang selama hampir 13 tahun yang melibatkan Napoleon baru saja berakhir. Napoleon takluk dalam pertempuran di Waterloo, Belgia melawan pasukan koalisi sejumlah kerajaan. Penguasa Perancis itu lantas diasingkan ke Pulau Santa Helena di Samudera Atlantik Selatan.

Mohr kemudian mengarang sebuah puisi dalam bahasa Jerman yang diberi judul “Stille Nacht” untuk memperingati datangnya perdamaian setelah konflik berkepanjangan yang melanda Benua Eropa. Dua tahun Mohr menyimpan puisi itu.

Hingga suatu waktu jelang Natal di tahun 1818, banjir melanda Oberndorf merusak organ milik gereja. Agar jemaat tetap bisa menyanyi di malam Natal, Mohr meminta seorang guru sekolah yang juga pemain organ gereja bernama Franz Xaver Gruber dari desa tetangga Arndorf untuk menyusun musiknya.

Mohr meminta Gruber lagu itu akan dinyanyikan dalam dua suara dengan menggunakan instrumen gitar. Permintaan itu bisa diselesaikan Gruber dalam satu hari saja.

Masa itu gitar bukan instrumen yang diperkenankan oleh gereja dipakai dalam misa. Karena itu Mohr dan Gruber menunggu sampai misa berakhir untuk memulai debut lagu itu.

John Malathronas untuk CNN menuliskan bahwa Mohr menyanyikan lagu memakai suara tenor seraya memetik gitar. Sementara Gruber memakai suara bass, lalu kemudian jemaat ikut bernyanyi selayaknya paduan suara.

Lalu bagaimana lagu yang dinyanyikan di desa terpencil itu bisa tersebar ke seluruh dunia. Seorang tukang setem organ bernama Karl Mauracher datang ke gereja itu saat Tahun Baru. Mauracher yang mendengar lagu itu kembali dinyanyikan pulang ke rumahnya di Tyrol membawa partitur.

Orang-orang Tyrol punya paduan suara yang berkeliling kota-kota di Jerman. Dua grup vokal, The Strasser and The Rainer Family yang mendengar lagu itu lalu memasukkan “Malam Kudus” dalam daftar lagu yang mereka nyanyikan.

Dalam waktu singkat, lagu ini tersebar luas ke seluruh Jerman lalu ke Eropa. The Rainer Family kemudian membawanya melintasi Samudera Atlantik menuju Amerika Serikat.

Mohr meninggal dalam usia relatif muda, gambar dirinya tak pernah ada. Seorang pematung Josef Muehlbacher berinisiatif menggali kubur Mohr dan mengambil tengkorak. Muehlbacher lalu membuat potret Mohr berdasarkan imajinasinya dengan melihat tengkorak itu.

Tengkorak Mohr itu tak pernah kembali ke kuburnya. Muehlbacher meletakkannya di belakang altar gereja tempat lagu “Malam Kudus” pertama kali dinyanyikan.

Baca Juga : Menteri BUMN Erick Thohir Memastikan Aparat Usut Kasus Jiwasraya

Baca Juga : Teror Anak Ular Kobra Yang Masuk ke Rumah di Bogor dan Jakarta

 

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Kalian Di Agen Togel Terpercaya Musimtoto

Cash Back 2% Dan Bonus Free Saldo 10rb Untuk New Member

pasang togel online terpercaya

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.