Cowok Bingung Celananya Kendor Saat Bangun, Ternyata, Anunya Udah Dijadiin Lolipop Sama Gay

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

60DetikNews ~ Gimana perasaanmu kalau hal ini menimpamu

Sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Kayaknya, ungkapan ini pantes banget disematkan kepada seorang pria yang menjadi korban pelecehan seksual sekaligus korban perampokan ini.

Seorang pria (sebut saja namanya Cilok) di Kota Liuzhou, Provinsi Guangxi terbangun di bangku jalan setelah tertidur karena mabuk dan menyadari kalau ponselnya telah hilang.

Ikat pinggangnya juga sudah kendor. Dia segera melaporkan kejadian ini kepada polisi, dan polisi segera memulai penyelidikan. Toto

Penyelidikan dimulai dengan mengecek CCTV di sekitar lokasi. Dari situ, mereka menyaksikan seorang pria mengendap-endap mendekati Cilok.

A 1

Pria itu memeriksa isi kantong Cilok sambil mengawasi keadaan sekitar. Tiba-tiba, dia mulai membuka retsleting celana Cilok dan memainkan alat kelaminnya. Tak puas, dia mulai melakukan oral seks.

TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Setelah puas, pelaku mengambil ponsel Cilok dan dompetnya, lalu segera meninggalkan TKP. Polisi pun bergerak cepat dan berhasil menangkap pelaku di sebuah hotel berjarak 200 meter dari TKP.

TOGEL ONLINE TERPERCAYA

Berdasarkan keterangan polisi, tersangka adalah seorang pria berusia kurang dari 30 tahun dan sedang berada di kota Liuzhou untuk melakukan bisnis dari utara Guangxi..

a-32

 

Pelaku mengaku sebagai seorang gay dan dia merasa tertarik saat melihat Cilok tertidur pulas. Selain memuaskan nafsu seksualnya, dia juga mencuri uang tunai sekitar Rp 1,2 juta. Ia mengambil uang itu dan membuang dompetnya, tapi dia tetep menyimpan kartu identitas Cilok. Siapa tau mereka jodoh.

Yah, meski pada akhirnya dia berakhir di jeruji besi. Ini rekaman videonya:

Link Video : Gay Molester Gives Drunk Guy Blowjob

Makanya, jangan mabuk di sembarang tempat ya. Bisa-bisa kamu malah dilecehkan seperti ini.

 

Berikan Tanggapan Kalian Lewat Tombol Reaksi Di Bawah

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Leave a Reply