Akibat Pemecatan Ikatan Dokter Indonesia Taggar “SaveDokterTerawan” Ramai Di Medsos

Pemecatan Mayjen dr Terawan Agus Putranto

Berita Hari Ini#SaveDokterTerawan ramai di media sosial Twitter.  Setelah kabar pemecatan Mayjen dr Terawan Agus Putranto dari keanggotaan Ikatan Dokter Indonesia (IDI).

dr Terawan merupakan dokter militer yang tengah menjabat sebagai Kepala RSPAD Gatot Subroto. Dia dipecat lantaran terapi cuci otak untuk pemyembuhan penyakit stroke dinilai tak etis oleh IDI. IDI juga mencabut izin praktik dr Terawan per tanggal 26 Februari.

Tak pelak, warganet banyak yang menyesalkan keputusan IDI tersebut. Banyak yang mengatakan praktik dr Terawan tak berbahaya, melainkan justru memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat luas.

Tak ketinggalan, Mantan Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie pun memberikan tanggapannya. Dalam pernyataanya di Twitter, Selasa (3/4), Ical heran sekaligus menyayangkan keputusan IDI yang memecat dr Terawan.

“Ramai diberitakan kabar Kepala RSPAD Mayjen TNI dr Terawan Agus Putranto, diberhentikan oleh IDI dengan alasan etik. Metode “cuci otak”nya dipermasalahkan, padahal dengan itu dia telah menolong baik mencegah maupun mengobati puluhan ribu orang penderita stroke,” tulis Ical disertai dengan tagar #SaveDokterTerawan, Selasa (3/4).

“IDI harusnya ngurusin kenapa orang Indonesia banyak berobat ke luar negeri, Ada dokter yang banyak menyembuhkan pasien seperti dokter Terawan malah di pecat #savedrterawan,” ungkapnya.

“Setuju dengan Bang Ical @aburizalbakrie Mayjend dr Terawan ini banyak sembuhin stroke kok malah disanksi IDI. Sementara banyak dokter malpraktek malah dibelain IDI. Gimana sih #savedokterterawan,” tulisnya.

“Sesuatu yang baru, biasanya akan memicu kontroversi. Memang begitulah di indonesia dimana masyarakatnya jika ada suatu metode yang baru tentang apa sajadan menjadi heboh #SaveDokterTerawan #PenemuTerapiCuciOtak,” tulisnya.

Warganet lainnya, Abimanyu, juga menulis tagar serupa. Dia bahkan menyisipkan tautan mengenai penjelasan teknik cuci otak ala dr Terawan yang pernah tampil di acara DR OZ Indonesia.

Selama berpraktik dengan metode cuci otak, dr Terawan sendiri banyak mencatatkan prestasi. Pada 2013, dia diganjar penghargaan oleh Hendropriyono Strategic Consulting (HSC). Pada 2015, dr Terawan memperoleh Rekor Muri atas-atas penemuan terapi cuci otak dan penerapan program DSA terbanyak.

Sementara pada 2017, dr Terawan menerima penghargaan Achmad Bakrie (PAB) XV di bidang kedokteran.

Baca Juga : Bayern Munchen Berhasil Kalahkan Sevilla Di Estadio Ramon Sanchez Pizjuan

Baca Juga : Juventus Kalah Di Allianz Stadium Oleh Madrid, Ronaldo Sumbang 2 Goal

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.