Faizal Assegaf : Semoga Erick Thohir Bisa Membuat Sandiaga Insaf

Ketua Progres 98 Berdoa Agar Sandiaga Insaf

Berita Hari Ini ~ Polemik mahar politik Rp 1 triliun Calon Wakil Presiden Sandiaga Uno masih menjadi perhatian Ketua Progres 98, Faizal Assegaf meski telah diputuskan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) tidak terbukti.

Dilansir dari akun Twitter Faizal Assegaf, @faizalassegaf, Jumat (7/9/2018), ia mengungkapkan harapannya agar Sandiaga Uno dapat berbicara jujur jika diyakinkan Erick Thohir yang telah menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin.

“Sebagai sahabat dekat, Erick Thohir dpt meyakinkan Sandiaga Uno agar berbicara jujur soal kasus mahar politik 500 M kpd publik.Ya, semoga bung Erick yg dpt membuat Sandiaga insyaf & kembali ke jalan yg benar. Keluar dari aneka modus politik kardusan yg tdk bermartabat. ” tulis Faizal.

Sebelumnya, Jumat (31/8/2018), Bawaslu memutuskan tak menemukan pelanggaran pemilu terkait dugaan pemberian mahar politik dari bakal calon wakil presiden Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) terkait pencalonan pada Pilpres 2019.

“Bahwa terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum,” kata Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan resminya, Jumat (31/8/2018).

Abhan mengungkapkan, putusan tersebut didasarkan atas pemeriksaan sejumlah saksi yang diajukan pelapor, Wakil Ketua Umum LSM Federasi Indonesia Bersatu Frits Bramy Daniel.

Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief yang menjadi saksi kunci, tidak dapat didengarkan keterangannya karena tidak memenuhi tiga kali undangan Bawaslu.

“Ketidakhadiran Andi Arief memenuhi undangan Bawaslu, menjadikan laporan yang dilaporkan tidak mendapatkan kejelasan terjadinya peristiwa pemberian uang kepada partai PKS dan PAN,” ujarnya.

Abhan menambahkan, Andi satu-satunya sumber informasi dari pelapor dan Sehingga hal itu tidak memiliki kekuatan pembuktian.

Selain itu, Abhan menyebut jika bukti-bukti seperti kliping, cuplikan layar, dan video yang disampaikan oleh pelapor kepada Bawaslu merupakan bukti-bukti yang memerlukan keterangan tambahan untuk menguatkan bukti tersebut.

Baca Juga : Siswi SD 11 Tahun Diperkosa Bergilir Oleh 8 Pemuda Blitar Selama 5 Hari

Baca Juga : Guru Honorer Di Bali Cabuli Siswinya Akibat Sering Nonton Film Porno

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

Agen Togel Online Terpercaya

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.