Filipina Mewajibkan PNS-nya Senyum saat Melayani Warga

Berita Hari Ini ~Pemerintah Kota Mulanay, Filipina, mewajibkan pegawai negerinya tersenyum saat melayani warga. Jika tidak, mereka bisa di hukum denda yang besarnya setara 6 bulan gaji.

Kebijakan ini diterapkan Wali Kota Mulanay Aristoteles Aguirre untuk meningkatkan pelayanan pemerintah daerah.

Aguirre menerapkan kebijakan tersenyum sejak bulan ini atau setelah dilantik, Mulanay merupakan kota pesisir yang berada di Provinsi Quezoon.

Isi peraturan wali kota mengungkap, kebijakan itu harus diterapkan oleh semua PNS, melayani masyarakat dengan senyum berarti menunjukkan ketulusan yang juga berarti ungkapan perasaan tenang dan ramah.

Menurut Aguirre, kebijkan ini diterapkan sebagai respons atas laporan warga. Mayoritas penduduk Mulanay, sebagai besar petani kelapa dan nelayan, mengeluhkan perlakuan tidak ramah dari para pegawai balai kota saat mereka membayar pajak atau meminta bantuan. Padahal banyak penduduk di desa terpencil yang harus menempuh perjalanan 1 jam untuk sampai di balai kota.

Saat tiba, mereka kecewa dengan sikap para pegawai yang bertransaksi dengan mereka,”kata Aguirre, Jumat (15/7/2022).

Dia menegaskan ingin mengubah sikap PNS menjadi lebih ramah dengan semua orang yang dampaknya akan positif bagi citra kota.

Kita harus menjadi kota yang ramah bisnis.

Pegawai yang tidak mematuhi perintah terancam didenda yang besarannya setara dengan 6 bulan gaji atau diberhentikan sementara dari tugas.

Aguirre menambahkan atauran wajib senyum juga berlaku meskipun mulut tertutup masker. Menurut dia, warag bisa merasakan dilayani dengan tulus oleh staf meskipun mulutnya tertutup masker.

Ini hanya untuk emngirim getaran yang baik kepada pegawai dan warga kami,”tuturnya.

Pasang Taruhan Kalian Di Situs IDN Slot dan Togel Tergacor Mandiritogel
Deposit Pulsa, Ovo, Dana, Linkaja dan Gopay Tanpa Potongan
New Member Depo Pertama 50rb Langsung Dapat 10rb

http://134.209.100.204/

 

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.