Heboh Pramugari Malindo Air Sembunyikan Narkoba di Dalam Bra

Pramugari Asal Malaysia Menyelundupkan Heroin Ke Australia Lewat Bra

Berita Hari Ini ~ Pengakuan seorang pramugari asal Malaysia yang menyelundupkan heroin ke Australia lewat bra dan celana dalamnya membuat heboh. Dia divonis 9 tahun 6 bulan penjara atas perbuatannya itu.

Jumat (9/10/2020), pramugari Malindo Air bernama Zailee Zainal (40) ini menyelundupkan paket narkoba yang disembunyikan di antara kedua kakinya dan di dalam bra serta celana dalamnya sebanyak 8 kali demi membayar tagihan rumah sakit anak perempuannya.

Zainal yang merupakan ibu dari tiga anak ini direkrut oleh koleganya — tidak disebut lebih lanjut siapa — setelah mereka mendapati dia putus asa mencari uang untuk membiayai perawatan medis salah satu anak perempuannya. “Saya rentan dan bersedia melakukan apa saja,” ucapnya.

Dalam persidangan, Zainal menuturkan dirinya harus menjalani pelatihan sebagai pembawa atau kurir narkoba. Mulai dari belajar bagaimana berbicara dalam kode hingga belajar berjalan dengan membawa paket narkoba di antara kedua kakinya.

Dituturkan Zainal bahwa dirinya menghabiskan waktu selama 3 bulan untuk belajar berjalan di bandara dengan membawa paket narkoba yang dipasang ke tubuhnya.

Zainal melakukan delapan penerbangan dari Malaysia tujuan Melbourne, Australia, antara Oktober 2018 hingga Januari 2019 dengan membawa 1 kilogram paket narkoba — yang bernilai nyaris AUS$ 3 juta (Rp 31,7 miliar) di pasaran — disembunyikan di balik pakaiannya.

Sesampainya di Melbourne, Zainal mengakui dirinya bertemu seorang wanita — anggota sindikat narkoba internasional — di sebuah hotel setempat untuk menukarkan narkoba yang dibawanya dengan uang tunai. Dia secara pribadi hanya mengantongi AUS$ 6.500 (Rp 68,6 juta) dari tindakannya ini, yang semuanya akan digunakan untuk perawatan medis putrinya.

Petugas Penjaga Perbatasan Australia membongkar aksi Zainal setelah dia terpilih untuk pemeriksaan keamanan setibanya di bandara Melbourne pada 6 Januari 2019. Hakim pengadilan setempat, Michael Cahlil, menyatakan Zainal layak mendapatkan keringanan hukum.

Meski divonis 9 tahun 6 bulan, Zainal bisa dibebaskan setelah menjalani masa hukuman selama tiga tahun dan dideportasi ke Malaysia.

Jika ditangkap di negara asalnya, Malaysia, Zainal kemungkinan besar akan mendapatkan hukuman mati atas aksinya ini.

Baca Juga : 3 Pemuda Tewas Tenggelam Saat Asyik Bikin Video Tiktok

Baca Juga : Bebas Corona, Warga Wuhan Gelar Pesta Kolam Renang Besar-besaran

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.