Ini Sosok Profesor Penemu Minyak Balur Probiotik Pertama di Indonesia

Ini Sosok Profesor Penemu Minyak Balur Probiotik

60DetikHealth ~Minyak balur atau minyak gosok sudah tidak asing bagi masyarakat Indonesia di berbagai daerah.

Minyak balur sudah lekat dengan kehidupan masyarakat sejak zaman dahulu.

Minyak balur yang mendandung bahan-bahan herbal khas Nusantara kerap digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk membantu mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

Tapi tahukan anda bahwa kini telah ditemukan minyak balur yang juga mengandung probiotik?

Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada tubuh dengan cara menyeimbangkan komunitas mikrobiota di dalam tubuh.

Secara teori, probiotik pada minyak balur akan memberikan khasiat lebih baik dari minyak balur biasa.

Tapi apakah probiotik dapat hidup di dalam minyak?

Hal itulah yang mendasari pemikiran seorang ahli mikro kultur bakteriologi, Prof. Dr. Sukardi untuk memulai penelitian mengenai kemampuan bakteri agar bisa hidup di dalam minyak dan memberikan manfaat kesehatan bagi manusia.

Sejak tahun 2005, Sukardi yang merupakan cucu Kiai Besar Jawa Timur era 80-an, yaitu KH. Ali Mas’ud atau yang akrab dipanggil Mbah Ud ini memulai penelitiannya untuk mengetahui bagaimana suatu bakteri dapat bertahan hidup di minyak yang panas dan bisa memberikan manfaat untuk kesehatan.

Sukardi meyakini minyak balur Nusantara yang sudah ada sejak nenek moyang dan sudah terbukti khasiatnya ini bisa dinaikkan level khasiatnya. Untuk itulah, ia meneliti bagaimana probiotik atau bakteri baik khusus bisa tahan terhadap minyak yang dipanaskan, dan bisa membantu membawa nutrisi yang terdapat dalam bahan-bahan herbal hingga ke tingkat sel serta membantu menyeimbangkan komunitas mikrobiota dalam tubuh.

Dalam penelitiannya, Sukardi mendapati minyak balur yang sudah ada di pasaran saat ini hanya bisa memberikan efek hangat untuk membantu membuka pori-pori kulit yang selanjutnya hanya dapat masuk ke dalam lapisan dermis kulit, selebihnya menguap ke udara dan tidak dapat masuk hingga ke tingkat sel. Oleh sebab itu, ia lantas menambahkan unsur lain dalam minyak balur yaitu dengan memberikan beberapa strain bakteri baik yang berbeda dari famili Lactobacillus.

Di tahun 2019, Sukardi menyempurnakan penelitiannya dan terciptalah Minyak SW Sumber Waras yang menjadi minyak balur probiotik pertama di Indonesia. Sejak Juni 2020, Minyak SW Sumber Waras sudah resmi beredar di pasaran.

Selain mengandung bahan-bahan herbal khas Nusantara seperti jahe, sereh, kencur, daun sidaguri, daun mint, dan virgin coconut oil, Minyak SW Sumber Waras juga mengandung strain probiotik yang baik untuk tubuh.

Probiotik dalam Minyak SW berperan untuk membuka pori-pori kulit, serta membawa nutrisi hingga ke tingkat sel sekaligus memperbaiki sel yang rusak, menyeimbangkan komunitas mikrobiota dalam tubuh dan juga sebagai perisai tubuh dari virus, patogen atau bakteri jahat dari luar tubuh.

Dengan berbagai fakta ilmiah tersebut, banyak orang mulai dari kalangan biasa, selebriti hingga tokoh publik sudah membuktikan khasiat Minyak SW.

Prof. DR. Sukardi juga dijuluki sebagai Bapak Probiotik Indonesia karena berbagai karya penemuannya di bidang bioteknologi yang telah banyak digunakan oleh masyarakat luas sejak tahun 2005. Beberapa produk lain yang diciptakannya uga banyak membantu masyarakat dalam mengatasi COVID-19, seperti Fit-O, Sari Buah, Vitacov, dll.

Adapun Minyak SW menjadi produk termutakhir yang diciptakan oleh Prof. Sukardi sebelum ia meninggal pada Juli 2021 lalu. Selamat jalan Prof. Sukardi!

Baca Juga:Skandal Seks Petenis dengan Eks Wakil PM Terungkap, China Bungkam

Baca Juga:Ngaku Idap Kanker Langka, Wanita Ini Korupsi Uang Perusahaan Demi Hidup Mewah

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.