Inilah 5 Latihan Extreme Pasukan Elite Indonesia Yang Membuat Gentar Dunia !!

Pasukan Elite Indonesia

Berita Online ~ Pasukan Elite Indonesia memiliki militer dari matra darat, laut dan udara yang kuat untuk menjaga pertahanannya dari serangan negara lain. Ketiga matra TNI itu masing-masing juga memiliki pasukan elite khusus yang kemampuannya disegani dunia.

Ada Detasetem Bravo (Denbravo) 90 milik TNI Angkatan Udara. Datasemen Jala Mangkara (Denjaka), Batalyon Intai Amfibi (Yontaifib) Marinir, Komando Pasukan Katak (Kopaska) di bawah TNI Angkatan Laut. Selanjutnya Komando Pasukan Khusus (Kopassus), satuan elite TNI Angkatan Darat.

Untuk menjadi bagian dari pasukan elite tersebut tidak mudah. Latihan super keras dan sadis harus dilewati calon prajuritnya. Mereka dituntut harus mampu beroperasi di berbagai kondisi, sendiri maupun dalam tim. Berikut seperti dikutip dari Koran Sindo, Rabu (3/1/2018).

1. Denbravo 90

20150522170448-1-den-bravo-tni-au-001-dru

Denbravo terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Denbravo baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo memiliki arti yang terbaik.

Berbagai latihan anggota Denbravo dimaksudkan untuk memperkuat kemampuan antiteror mereka. Di antara latihan tersebut adalah infiltrasi laut, yang bertujuan untuk penyerbuan pangkalan udara lepas pantai di pusat latihan Denjaka; Latihan Underwater Demolition (UDT), yang dilakukan di sarana latihan Kopaska; hingga latihan penjinakan bom yang dilakukan di Pusdikzi Gegana Polri.

2. Denjaka

d4

Denjaka adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut (TNI-AL).

Selain latihan fisik prima, calon anggota Denjaka juga dituntut memiliki IQ tinggi. Selama menjalani pendidikan, pemberian teori di kelas hanya 20%, selebihnya praktik di lapangan. Mereka harus mampu menyusup dengan terjun payung, bergerak dengan lincah di laut dengan daya tahan tinggi, serta survive di darat.

Saat berlatih, tangan dan kaki anggota Denjaka diikat, lalu mereka dibuang ke laut ganas. Mereka harus mampu bertahan sekaligus menyelamatkan diri. Mereka juga dilepas di tengah hutan dengan bermodal garam dan harus mampu bertahan berhari-hari.

92987abd85e025604e52c491e906551f

3. Yontaifib

Yontaifib adalah satuan elite dalam Korps Marinir seperti halnya Grup 3/Sandhi Yudha Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat (TNI-AD).

Bentuk latihan Yontaifib adalah, para siswa Intai Amfibi menggelar Daki Serbu. Mereka harus mendaki tebing setinggi 15 meter dengan kemiringan 90 derajat. Tidak hanya itu, ada juga latihan Raid tajam/Dopper serta renang dan dayung menembus gelombang pantai Selatan.

Selain latihan, kemampuan mereka juga diuji untuk melakukan Hell Week, Menembak Senjata Ringan, Menembak Senjata Bantuan, Tahap Kelautan, Tahap Komando Hutan, Tahap Intai Amfibi, Lintas Medan Banyuwangi-Surabaya, Terjun Static, Terjun Bebas, dan Tahap Intilijen di sejumlah wilayah latihan di Jawa Timur.

Screen-Shot-1287

4. Kopaska

Komando Pasukan Katak, atau disingkat menjadi Kopaska adalah pasukan elite TNI Angkatan Laut (AL).

Bentuk latihannya adalah, semua calon prajurit wajib mengikuti latihan sadis dan mematikan Kopaska, yakni Hell Week. Setiap calon Paska tak akan pernah diberi tahu kapan rangkaian Hell Week akan dimulai. Bisa saja tiba-tiba saat mereka belajar di kelas, atau saat tidur terlelap. Pada tahap akhir latihan Hell Week, para personel baru disimulasikan melakukan misi penyerangan target di kawasan.

download

5. Kopassus

Komando Pasukan Khusus atau Kopassus, memiliki latihan ekstrem.

Latihan ekstrem Korps Baret Merah ini berlangsung dalam 3 tahap pendidikan selama 20 hari. Ketiga tahap ini merupakan momen penyeleksian prajurit elite Kopassus. Para calon anggota Kopassus harus lulus latihan dasar komando, penjelajahan dan survival di dalam gunung dan hutan, serta pendaratan laut.

Tahapan paling sulit yang dirasakan oleh prajurit adalah ketika sesi pelolosan dan camp tawanan yang berlangsung selama 1 hari penuh. Mereka akan dilepas satu persatu dari tempat rahasia yang berada di Pulau Nusakambangan, Cilacap.

Tanpa dibekali apa pun, prajurit tersebut harus mampu melarikan diri dari kejaran musuh (dilakukan oleh para instruktur). Rekayasa pelatihan ini bisa berupa hujan tembakan ataupun dikejar sampai tertangkap.

Para prajurit yang tertangkap akan dimasukkan ke dalam sel tahanan, diinterogasi dan disiksa sampai buka mulut. Mereka harus mampu berenang di kedalaman laut sambil membawa senjata dan memikul beban perbekalan berat.

Baca Juga : Donald Trump Ancam Pakistan Usai Amerika Kalah Perang Di Afganistan !!

Baca Juga : Youtuber Paul Logan Minta Maaf Usai Posting Video Bunuh Diri Jepang

 

judi slot

Agen Judi Slot Game Mansion303 Dengan Jutaan Jackpot

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.