Istri Wakil Wali Kota Gorontalo Di Tangkap BNN Terkait Kasus Narkoba

Istri Wakil WaliKota Gorontalo Tangkap Karena Narkoba

Berita Hari Ini ~ Wakil Wali Kota Gorontalo Charles Budi Doku menyatakan akan menaati proses hukum terkait penangkapan istrinya yang berinisial SD oleh Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Gorontalo.

Ia mengatakan bahwa Pemerintah Kota Gorontalo memiliki program untuk memberantas narkoba dan minuman keras, Walaupun itu istrinya, ia menegaskan peraturan tetap harus ditegakkan.

“Saya memohon maaf, mungkin istri saya khilaf dan ini adalah musibah. Insya Allah ada hikmah di balik peristiwa ini,” kata dia.

Budi menegaskan bahwa Pemkot Gorontalo terus melawan narkoba karena sudah sangat massif. Ia juga menyatakan istrinya dijebak dalam kasus narkoba itu.

“Saat ini, istri saya sudah berada di BNNP dan sedang menunggu proses. Siapapun dia, manusia pasti ada khilafnya dan saya kembali memohon maaf untuk itu,” kata dia.

Menurut dia, tahun ini adalah tahun politik. Namun, ia tidak berprasangka bahwa apa yang terjadi di balik kejadian tersebut, dan hanya Tuhan yang tahu.

Pelaku Berinisial S Pemasok Sabu

Budi Doku mengungkapkan bahwa orang yang memberikan sabu kepada istrinya adalah seseorang berinisial S. Ia mengaku memiliki bukti telepon serta pesan singkat.

“Tidak ada transaksi, tapi barang itu diberikan di mobil. Dan mereka tahu bahwa barang itu adalah barang terlarang yang diberikan kepada supir,” katanya.

BNNP Gorontalo merilis hasil tes urine istri Wakil Wali Kota Gorontalo berinisial SD beserta rekannya, LN. Kedua perempuan itu positif telah mengonsumsi narkotika jenis sabu.

Kepala BNNP Gorontalo Oneng Subroto mengatakan penangkapan keduanya berawal saat petugas mendapat informasi bahwa ada penyalagunaan narkoba di rumah LN, yang berada di kawasan Jalan Cokroaminoto, Kota Gorontalo, pada Selasa malam, 2 Januari 2017.

Saat digerebek sekitar pukul 22.00 WIB, anggota BNNP menemukan LN dan SD berada di dalam salah satu kamar dengan barang bukti berupa dua paket kecil sabu dan alat isapnya. Ada pula satu paket kosong yang diduga sudah habis dipakai.

“Urine keduanya positif mengandung metamfetamin. Satu paket kecil kemungkinan setengah gram beratnya karena kita juga belum menimbang barang bukti yang didapat,” kata Oneng di kantor BNNP Gorontalo, 3 Januari 2017.

Belum Ada Penetapan Tersangka

Meski positif mengonsumsi narkotika, ia mengatakan belum ada penetapan tersangka dalam kasus ini karena penyidik masih kesulitan memeriksa keduanya. SD bahkan disebut beberapa kali pingsan.

“Maklum karena ibu-ibu, jadi mungkin masih shock sehingga perlu didampingi dokter. Rencananya hari ini kita assesment dulu, baru setelah itu kita periksa,” kata Oneng.

Kepala BNNP menegaskan jika penangkapan ini adalah murni laporan masyarakat. “Dengan adanya laporan tersebut, kami lakukan penelusuran hingga sampai dengan penangkapan kepada target,” ucapnya.

Sementara itu, kuasa hukum SD, Salahudin Pakaya meminta agar semua bisa menghargai proses hukum dengan selalu mengedepankan asas praduga tak bersalah.

“Saya berharap kita menghormati proses yang berlangsung di BNNP dan menghormati asas praduga tak bersalah kepada terduga,” ujarnya.

Baca Juga : Terjadi Pencurian Tali Pocong Di Pemakaman Ciputat Buat masyarakat Heboh

Baca Juga : Mahasiswi Banjarmasin Posting Kata Kematian Sebelum Meninggal Digilas Molen

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami


togel online terpercaya

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.