Kenapa Banyak Rumah Sakit Swasta Tidak Masuk BPJS ? Akan Dijelaskan Oleh Kasus Bayi Debora Ini

Fakta Keterkaitan Rumah Sakit Swasta Dan BPJS.

Berita Hari Ini ~ Debora, bayi berusia 4 tahun yang meninggal saat dirawat di RS Mitra Keluarga Kalideres, Minggu (10/9/2017), menyisakan sejumlah pertanyaan besar buat para pengguna BPJS.

“Kenapa ya, banyak rumah sakit swasta yang gak masuk BPJS?”

Sebelumnya Tiara Debora dibawa ke IGD Mitra Keluarga Kalideres saat subuh. Ibu Debora, Henny Silalahi mengatakan kalo Debora meninggal setelah rumah sakit menolak memasukkanya ke PICU (Pediatric Intensive Care Unit) karena kurang uang muka.

Tapi berita ini ditepis pihak rumah sakit dan mereka menyatakan kalo ibu pasienlah yang menolak dimasukkan ICU karena kondisi keuangan,

Dari insiden ini, kita kembali mengungkap fakta kalo sebenarnya masih banyak loh rumah sakit swasta, seperti RS Mitra Keluarga, yang gak bekerja sama dengan BPJS.

Bayi Debora.jpg

Perhitungan BPJS Tidak Bisa Menutupi Biaya RS Swasta

Kalo menurut Ketua Yayasan Pemberdayaan Konsumen Kesehatan Indonesia Marius Wijayarta, hal ini disebabkan sistem penghitungan biaya BPJS yang dianggap gak bisa menutupi beban rumah sakit, terutama rumah sakit swasta.

Kalo dengan evident-based, rumah sakit bisa mengklaim biaya yang sebenarnya dikeluarkan untuk penanganan penyakit pasien. Tapi BPJS menggunakan sistem INA-CGB’s.

Tapi juru bicara Kementerian Kesehatan Busroni menepis soal ini, dan bilang kalo tarif BPJS udah sama di setiap rumah sakit, menggunakan INA-CBG’s – standart pembiayaan pelayanan kesehatan yang ada di rumah sakit berdasar pada pelayanan di rumah sakit itu sendiri.

“Contoh pelayanan ginjal, di rumah sakit A yang sudah bekerja sama dengan BPJS, itu sama dengan pelayanan ginjal di rumah sakit B. Yang penting pelayanannya sama, tindakan medisnya sama.

Maka itu menggunakan tarif yang seperti itu. Jadi tidak ada perbedaan. Yang beda adalah hanya perawatannya atau paska tindakan medis.”

bpjs.jpg

Sistem BPJS Tergantung Dari Paket Penyakit Pasien

Buat yang masih gak paham, INA-CBG’s (Indonesia Case Base Groups) adalah model pembayaran yang digunakan BPJS Kesehatan buat mengganti klaim yang ditagihkan rumah sakit.

Sistem ini menggunakan “paket” yang didasarkan oleh kelompok penyakit yang diderita pasien. Tarifnya adalah rata-rata biaya yang dihabiskan oleh satu kelompok diagnosis penyakit.

Contoh kasusnya adalah, buat pasien demam berdarah, sistem udah memperhitungkan layanan apa aja yang bakal diterima pasien itu, serta obat-obatan yang diperlukan sampai sembuh.

Dari tarifnya inilah, BPJS Kesehatan bakal membayar ke rumah sakit tempat pasien dirawat. Jadi tarifnya udah di atas standart dan gak bakal merugikan rumah sakit. Walau emang ada beberapa tarif yang lebih rendah.

Jadi karena itulah, banyak rumah sakit swasta yang gak bekerja sama dengan BPJS karena biasanya tarif rumah sakit swasta emang lebih mahal daripada biaya rumah sakit umum.

Terkait mengenai kematian bayi Debora, semoga ini jadi pelajaran bagi semua rumah untuk selalu memprioritaskan keselamatan nyawa pasiennya.

Baca Juga : Mengenal Sosok Sam Aliano Yang Ikut Pilpres 2019 Mendatang

Baca Juga : Sebanyak 22 Orang Korban Tewas Akibat Ledakan Sumur Minyak Di Aceh

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

Agen Togel Online Terpercaya

 

zvr
Bagaimana Reaksimu ?