Sungguh Kejam PNS Di NTT Tega Siksa Anjing Dengan Cara Dibakar

PNS Di NTT Siksa Anjing

Berita Hari Ini – Kasus penyiksaan anjing kembali terjadi, setelah viralnya kasus pemukulan anjing yang dilakukan seorang mahasiswa salah satu kampus swasta di Surabaya pada penghujung 2017 lalu. Kini kembali muncul kasus serupa, kali ini kasus tersebut terjadi di Maumere, Nusa Tenggara Timur.

Kasus ini mencuat setelah pelaku mengunggah dua video pembakaran anjing berdurasi 15 detik di Instagram pada 30 Desember lalu. Dalam video tersebut, anjing itu tak hanya dibakar, tetapi juga dijadikan bahan candaan untuk kemudian disantap. Pelaku pembakaran berinisial TA, yang diketahui baru lulus IPDN dan menunggu penempatan.

Kemunculan video tersebut, sontak mengundang beragam reaksi dari warganet. Salah satunya dari pendiri Animals Hope Shelter, Christian Joshuapale.

“Awal mula saya terima laporan kasus ini dari salah satu sahabat Animals Hope Shelter, sayangnya pelapor kasus ini tidak bisa merekam dan hanya meng-capture video pelaku pengunggahan ini.

Setelah mendapat laporan, Christian langsung mencoba mengklarifikasi kejadian tersebut kepada pelaku. Namun, proses klarifikasi terhambat lantaran akun Instagram pelaku di private.

“Waktu yang saya minta untuk klarifikasi 1×24 jam, namun setelah 4×24 jam tidak juga ada klarifikasi dari pelaku,” beber Christian.

Baca Juga : Inilah 5 Kasus Pembunuhan Tersadis di Jepang yang Pelakunya Belum Pernah Terungkap

Baca Juga : Nonton Online Movie CULT OF CHUCKY (2017)

b4opsn30lepskviemocb

Pelaku Unggah Video Penyiksaan Anjing Di Instagram

Menurut Christian, setelah dirinya mengancam akan memviralkan kasus ini, pelaku langsung meminta maaf. Namun, dalam pandangan Christian, kasus ini bukan soal penganiayaan anjing semata.

“Yang saya kejar bukan hanya kasus penjagalan anjing untuk dimakan, namun kebiasaan mengunggah konten kekerasan di media sosial juga menjadi perhatian saya,” katanya.

Menurutnya, pelaku penganiayaan kepada hewan, memiliki kecenderungan untuk melakukan hal yang sama suatu saat nanti kepada orang lain. Selain itu, kasus ini seharunya tidak tejadi, mengingat pelaku adalah orang yang berpendidikan.

“Pelaku adalah Alumnus IPDN yang kedepannya akan mengabdi sebagai aparat negara,” ujar Christian.

Christian mengakui kalau dirinya sempat mendapatkan ancaman dari kakak pelaku. Di dalam ancamananya, jelas Christian, kakak pelaku mencoba menggunakan pasal penghinaan.

Menyikapi itu, dirinya mengaku tak takut atas ancaman yang menimpanya.
“Beberapa hari ke depan, kita ambil langkah hukum,” tegasnya.

Kasus ini terjadi, kata Christian, karena sebagian masyarakat Indonesia belum mengerti dengan UU ITE No 11 tahun 2009 tentang penyebaran konten kekerasan.

Baca Juga : Ayah Bejat Asal Tangerang Tega Perkosa Anak Kandung Berusai 6 Tahun

Baca Juga : Mengejutkan 3 Wanita Ini Pecah Rekor Bercinta Hingga Ratusan Kali Dalam Sehari

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang !!

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

Di sini.jpg

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.