Pembunuhan Dan Pembakaran Hidup-hidup Wanita Di Blora, Berikut Kronologi Lengkapnya !!

Pembunuhan Dan Pembakaran Wanita Di Blora

Berita Hari Ini ~ Penemuan sesosok tanpa identitas di kawasan hutan wilayah Desa Sendang Wates, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Jawa Tengah pada 1 Agustus 2018 silam memang sempat menggegerkan warga setempat.

Kondisi jenazah wanita tersebut ditemukan dalam kondisi sekujur tubuh yang hangus terbakar sampai sulit dikenali dan diketahui korban berinisial FDA.

Kepala Desa Sendang Wates, Suparjo mengaku mendapatkan informasi pertama kali dari warga di desanya sekitar pukul 06.30 WIB.

Suparjo dan beberapa warga pun bergegas ke lokasi kejadian dan terkejut melihat mayat perempuan tersebut sudah dalam kondisi hangus terbakar.

“Saya datang ke lokasi sudah banyak warga. Saya bilang ke warga, jangan dipegang dulu, ini urusan polisi. Posisinya telungkup dan berjenis kelamin perempuan,” tutur Suparjo.

Kapolsek Kunduran, AKP Untung Hariyadi juga mengatakan bahwa Satuan Reskrim Polres Blora langsung mendalami kasus penemuan mayat perempuan tersebut.

Tim Inafis Polres Blora juga langsung diterjunkan untukmenggelar olah TKP di lokasi kejadian.

Seorang warga desa bernama Kasmuri (45) mengatakan bahwa sejumlah remaja pengendara yang melintas di lokasi kejadian sempat melihat ada kobaran api di sekitar TKP.

Namun, rombongan remaja warga desa itu tidak mencurigainya dan menganggap kobaran api tersebut adalah sampah yang memang sengaja dibakar.

Blora.jpg

Warga Mengira Bahwa Yang Di Bakar Adalah Sampah

“Sekitar jam dua dinihari, rombongan pawai motor warga melihat ada kobaran api di sekitar lokasi kejadian. Namun saat itu dikiranya hanya sampah yang dibakar. Lha, kok pagi ditemukan mayat dibakar,” terang Kasmuri, Rabu (1/8/2018).

Suparjo juga menjelaskan saat menemukan mayat tersebut posisinya telungkup dan Satreskrim Polres Blora akhirnya menangkap pelaku pembunuhan tersebut.

Diketahui, pelaku berinisial KAW (30), seorang warga asal Kunduran, Blora, yang ditangkap di Semarang.

KAW tinggal di Tlogosari Wetan, Pedurungan, Semarang dan berprofesi sebagai Manajer Front Office di sebuah hotel di Semarang, Jawa Tengah.

Kapolres Blora AKBP, Saptono mengatakan bahwa di hadapan polisi KAW sudah mengakui perbuatannya membunuh korban dengan cara dibakar.

Pelaku juga mengaku membakar korban dalam keadaan masih hidup, bahkan tangan dan kaki korban juga diikat sebelum dibakar.

“Berdasarkan pengakuan pelaku, korban ini dibakar hidup-hidup dengan tangan dan kaki masih terikat. Korban disiram bensin satu liter kemudian dibakar,” kata Saptono kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Saptono menjelaskan, sebelum kejadian, korban bertemu dengan pelaku di sebuah kamar hotel di Semarang dan kemudian keduanya berhubungan intim.

Setelah melakukan hubungan seksual, pelaku kemudian menganiaya korban hingga tidak sadarkan diri, Saat itulah pelaku membawa korban menuju kawasan hutan di Blora mengendari mobil Honda Jazz pinjaman.

di bakar hidup-hidup.jpg

Korban Di Bakar Dalam Keadaan Masih Hidup

Korban dibekap, tangan dan kaki diikat Kemudian di lokasi kejadian korban yang masih hidup disiram bensin satu liter kemudian dibakar serta Setelah memastikan korban tewas, pelaku pun melarikan diri.

Kasat Reskrim Polres Blora, AKP Heri Dwi Utomo, menyampaikan, indikasi korban dibakar hidup-hidup itu juga diperkuat dengan adanya hasil penyelidikan tim Labfor Polda Jateng.

“Korban dibakar hidup-hidup merujuk otopsi tim Labfor Polda Jateng. Pelaku mengakuinya juga,” kata Heri.

Diketahui korban yang berinisial FDA ini adalah warga Semarang, Jawa Tengah dan berprofesi sebagai Sales Promotion Girl, Dari pengungkapan kasus pembunuhan FDA ini, masyarakat kembali diingatkan dengan kejadian serupa yang terjadi pada 7 Agustus 2011.

Saat itu, masyarakat digemparkan dengan penemuan sosok mayat perempuan dengan ciri rambut kemerahan yang ditemukan warga dalam kondisi hangus terbakar di petak 62-C, KPH Blora, masuk wilayah Desa Tinapan, Kecamatan Todanan, Blora, Jawa Tengah.

Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan dua kasus ini, fakta di lapangan mengerucut pada satu nama pelaku, yakni KAW.

“Masih ingat kejadian pembunuhan kejadian pembunuhan di tahun 2011 lalu? Setelah dilakukan penyelidikan dan pengembangan, ternyata pelakunya sama. Pelaku ini sadis,” ungkap Saptono kepada Kompas.com, Selasa (7/8/2018).

Pada pembunuhan di Todanan 2011, pelaku KAW ingin menguasai harta korban berupa mobil, Sama seperti pembunuhan FDA, KAW tega menghabisi nyawa korban karena ingin menguasai harta korban.

Sales Promotion Girl.jpg

Pelaku Ingin Mendapatkan Seluruh Harta Korban

“Keterangan pelaku karena ingin menguasai perhiasan emas yang dimiliki korban. Pelaku lantas menghabisi nyawa korban dengan cara sadis. Dianiaya kemudian dibakar hidup-hidup,” ujar Saptono

Polres Blora, Jawa Tengah, membongkar makam FDA, pada Selasa (7/8/2018), Pasalnya korban akan dites DNA untuk disinkronkan dengan keluarganya.

Sebelumnya, karena tak kunjung diketahui identitasnya, jasad perempuan itu dimakamkan di kompleks pemakaman RSUD dr Soetijono Blora, Jumat (3/8/2018) sekitar pukul 14.00 WIB.

Kaka tertua korban, Wiwid, meyakini mayat yang dikubur dan dibongkar kembali itu adalah adiknya dan Diketahui korban adalah anak keempat dari lima bersaudara dan merupakan lulusan SMKN 9 Sompok, Peterongan, Semarang.

Orang tua korban, Warso dan Kiswati tidak hadir dalam proses pembongkaran mayat sang putri karena sedang melakukan pemeriksaan DNA di RSU Bhayangkara, Semarang.

Wiwid menjelaskan bahwa FDA sudah tidak pulang sehari sebelum jasadnya ditemukan di Blora.

Sebelumnya, polisi akhirnya pun mengantongi identitas korban. Hasil penelusuran Satreskrim Polres Blora, identitas korban diketahui atas nama FDA (21), warga Desa Sendangmulyo, Kecamatan Tembalang, Semarang, Jawa Tengah. (atn/ymn)

Baca Juga : 5 Buku Yang Prediksinya Tentang Masa Depan Benar Terjadi

Baca Juga : Wanita Asal Tolitoli Ini Hilang Di Jadikan Tumbal Jin Selama 15 Tahun

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

Agen Togel Online Terpercaya

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.