Legenda Sepak Bola Diego Maradona Rudapaksa Wanita Asal Kuba Saat Remaja

Wanita asal Kuba Mengaku Dirudapaksa Diego Maradona

Berita Hari Ini ~Seorang wanita Kuba benama Macys Alvarez Rego mengaku diperkosa mendiang Diego Maradona, saat masih di berusia 16 tahun.

Alvarez, wanita 37 tahun ini memberikan kesaksiannya di depan pengadilan Kementrian Kehakiman Argentina pada Minggu lalu.

Kesaksiannya itu diberikan terkait kasus dugaan perdagangan manusian yang melibatkan pada usia 16 tahun yang juga berkaitan dengan mantan orang-orang Maradona.

Alvarez mengaku pertama kali bertemu bintang sepak bola itu di Kuba, ketika Maradona menjalani rehabilitasi kecanduan narkoba.

Saat itu Maradona berusia 40 tahun sedangkan Alcarez masih 16 tahun.

Saya terpesona, dia memenangkan saya. Tapi setelah dua bulan semaunya mulai berubah, mengaku bahwa Maradona memaksanya mencoba kokain dan membuatnya kecanduan.

Saya mencitainya tetapi saya juga membencinya, saya bahkan berpikir untuk bunuh diri,”kata Alvarez.

Maradona merupakan salah satu legenda sepak bola yang diakui kehebatnya di dunia, terlebih bagi Argentina.

Dia meninggal dunia pada 2020 lalu setelah operasi otak.
Lebih lanjut, Mavys Alvarez Rego, ibu dua anak ini mengaku hubungan dengan Maradona berlansgung cepat emapat hingga lima tahun.

Selama itu dia terus menjadi sasaran pelecehan.

Alvarez mengkalim selam perjalanan ke Buenos Aires dengan Maradona pada tahun 2001, dia diatahan selama beberapa minggu di sebuah hotel oleh rombongan Maradona.

Saat itu, dia dilarang keluar sendirian dan dipaksa melakukan operasi pembesaran payudara.

Alvarez juga mengaku bahwa Maradona memperkosa dirinya di sebuah klinik di Havana, tempat perawatan pesepak bola.

Kejadian itu terjadi saat ibu Alvarez berada di ruangan sebelah TKP.

Dia menutupi mulut saya, dia memperkosa saya, saya tidak ingin terlalu memikirkannya,”kata Alvarez.

Saya berhenti menjadi seorang gadis, semau kepolisan saya dicuri dari saya. Sulit kamu berhenti menjalani hal-hal polos yang harus diamali oleh seorang gadis seusia itu.

Alvarez sendiri belum mengajukan keluhan, tetapi memberikan kesaksian keapda jaksa Argentina sehubungan dengan keluhan yang diajukan oleh LSM Argentina.

LSM yang disebut “Foundation for Peace” itu mengajukan pengaduan hukum setelah melihat pengakuan Álvarez di media Amerika beberapa waktu lalu.

Pengaduan tersebut khususnya berkaitan dengan perdagangan manusia, perampasan kebebasan, perbudakan paksa, hingga penyerangan.

Álvarez Rego baru bicara saat ini setelah bertahun-tahun bungkam lantaran ingin memastikan ceritanya yang disiarkan di sebuah TV series tentang Maradona.

Meski sudah mengaku, wanita yang kini tinggal di Miami itu tidak akan melanjutkannya ke proses hukum.

“Saya telah melakukan apa yang harus saya lakukan, sisanya saya serahkan ke pengadilan,” katanya.

“Saya mencapai tujuan saya, untuk mengatakan apa yang terjadi pada saya, untuk mencegah hal itu terjadi pada orang lain, atau setidaknya agar gadis lain merasakan kekuatan, keberanian untuk berbicara,” ujar Álvarez.

Álvarez mengaku sulit kembali ke Argentina, di mana Maradona tetap menjadi pahlawan bagi banyak orang.

“Sulit berada di negaranya (Maradona), melihat dia ada di mana-mana, dia adalah idola dan pada saat yang sama semua yang saya ingat tentang dia sebagai pribadi terasa jelek,” katanya.

Sementara itu, lima anggota rombongan Maradona yang dituding dalam pengakuan Álvarez membantah hal tersebut.

Bahkan salah satunya menuding pihak LSM melakukan fitnah.

Baca JugaTaliban Larang Wanita Tampil dalam Drama TV Afghanistan:

Baca Juga:Aksi Kekerasan Pecah saat Protes atas Mandat Vaksin dan Lockdown di Eropa

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

 

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.