Manusia Terancam Punah Karena Asteroid, NASA Ambil Langkah Ini

Terancam Punah Karena Asteroid

Berita hari ini ~ NASA makin serius menanggulangi ancaman asteroid yang bisa membahayakan Bumi. Lembaga antariksa Amerika Serikat itu berencana untuk meluncurkan teleskop antariksa untuk mengamati asteroid yang berbahaya sebagai bagian sistem pertahanan planet ini.

Teleskop bersangkutan akan menggunakan radiasi infrared untuk mendeteksi panas dari bebatuan yang berkeliaran di antariksa. Sebutannya adalah Near-Earth Object Surveillance Mission (NEOSM).

“Ini adalah langkah besar tentang takdir manusia, karena dinosaurus tentunya tidak punya program survei asteroid untuk melindungi diri mereka,” kata Richard Binzel, profesor ilmu planet di MIT.

Ia merujuk pada punahnya dinosaurus yang diduga kuat karena hantaman dahsyat asteroid. Kejadian semacam itu berpotensi terjadi kembali suatu saat di masa depan sehingga manusia harus mengambil langkah antisipasi semacam ini.

“Mengetahui apa yang ada di luar sana adalah sesuatu yang telah diadvokasi komunitas ilmu planet selama hampir 30 tahun. Jadi ini adalah sebuah langkah terobosan,” tandasnya.

Kirim Penghantam Asteroid Untuk Amankan Bumi

Menjalin koalisi untuk menangkal serangan asteroid yang berpotensi mengancam Bumi.

Para peneliti asteroid dan insinyur pesawat luar angkasa dari kedua lembaga tersebut akan berkumpul di Roma, Italia. Di sana mereka akan membahas terkait keselamatan Bumi dari serangan asteroid.

Adapun misi ini mereka namakan Asteroid Impact Deflection Assessment (AIDA), seperti dikutip dari Telegraph, Rabu (4/9/2019). Dalam misi tersebut disepakati akan dikirimnya pesawat antariksa untuk dihantamkan ke asteroid, dengan harapan membelokkan jalur menabrak Bumi. Adalah NASA yang mengembangkan Double Asteroid Impact Test (Dart), sebuah wahana antariksa yang ditargetkan meluncur pada musim panas 2021.

Rencananya Dart ini untuk ‘mencegat’ bulan kecil atau moonlet yang mengelilingi asteroid Didymos pada akhir tahun 2022. Saat itu, posisi moonlet yang bernama Didymoon ini bakal berjarak sekitar 11 juta kilometer dari Bumi. Dart akan menabrakkan diri ke Didymoon untuk mencoba mengubah arahnya dan menjauh dari planet biru ini.

Ada juga pesawat lainnya yang tugasnya memantau dan mengumpulkan data dari lokasi kecelakaan. Untuk satu ini dilakukan oleh ESA yang mereka sebut wahana antariksa itu dengan nama Hera. Status Hera sekarang masih dalam pengerjaan desain, kemudian direncanakan baru bisa diterbangkan pada Oktober 2024

“Dart dapat melakukan misinya tanpa Hera, efek pada orbit asteroid akan diukur menggunakan observatorium berbasis di Bumi,” ucap Ian Carnelli, orang yang bertanggung jawab proyek Hera di ESA.

Jika misi uji coba ini berjalan dengan sukses, konsep yang sama dapat digunakan untuk mengubah arah asteroid dan mencegah tabrakan dengan Bumi yang dapat menimbulkan bahaya besar.

Baca Juga : Dibalik Kejahatan Ternyata Tersimpan Kabaikan Dimasa Lampaunya

Baca Juga : Kisah Memilukan Pria Tewas Tenggelam Saat Melamar Kekasih Di Dalam Laut

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Kalian Di Agen Togel Terpercaya Musimtoto

Cash Back 2% Dan Bonus Free Saldo 10rb Untuk New Member

BANNER 4

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.