Mucikari Paksa Wanita 19 Tahun Layani Pria Hidung Belang, Ancam Sebar Video Syur ke Pihak Keluarga

Wanita 19 Tahun Layani Pria Hidung Belang

Berita Hari Ini ~Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Oki Ahadian mengungkapkan, penangkapan tersangka Hendri berawal saat Unit PPA Polrestabes Surabaya menggelar razia hotel di Surabaya.

Ketika razia berlangsung, di salah satu kamar, AW tengah melayani seorang lelaki hidung belang.

Seorang pria Hendri Yuliansyah (38) harus rela berurusan dengan Polrestabes Surabaya.

Hendri sebelumnya tega menjual keperawanan seorang pemudi berinisial AW (19) senilai Rp 10 juta.

Hendri juga merekam video saat AW melayani pria hidung belang di Yogyakarta.

Dengan menggunakan video syur itu, Hendri terus memaksa AW untuk menjadi ‘sapi perahnya’.

Ia menjual wanita asal Blora, Jawa Tengah itu ke pria hidung belang lainnya.

Tidak itu saja, tersangka Hendri asal Yogyakarta juga melaporkan ke orang tua AW perihal profesi yang dijalani.

Rupanya, keberingasan Hendri berakhir di tangan Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Ia ditangkap saat menjual AW melalui medsos di sebuah hotel di Surabaya.

Lalu, AW diamankan beserta Hendri yang tak lain adalah mucikarinya yang saat itu menunggu di luar hotel.

“Setelah kami tangkap, baru diketahui jika korban AW (19) dimanfaatkan tersangka dengan nama Hendri Yuliansyah,” kata AKBP Oki, Rabu (5/5/2021).

Penyidik yang mendalami, korban AW sejatinya sudah tidak mau lagi bekerja dengan tersangka.

Namun tersangka Hendri mengancam secara terus menerus wanita asal Blora, Jawa Tengah itu.

Si muncikari memiliki senjata berupa ancaman menyebarkan video tak senonohnya dan melaporkan pekerjaan AW pada keluarga.

Tindakan perdagangan orang ini bermula saat korban dikenalkan oleh salah seorang temannya kepada Hendri pada November 2020.

Korban dikenalkan kepada tersangka ini oleh temannya.

Kemudian, tersangka ini mengajak korban ke Yogyakarta dan menjual keperawanan si korban dengan imbalan uang Rp 10 juta.

“Dari hasil uang Rp 10 juta tersebut, si tersangka mendapat keuntungan Rp 3 juta,” terang kasat reskrim.

Karena tergiur untung tinggi, Hendri pun membuat akun Twitter dengan terang menamai akun tersebut tawaran jasa mantap-mantap alias open BO.

“Akhirnya, si tersangka mengajak korban ke Surabaya menggunakan kereta api sekitar bulan Desember dan berpindah-pindah hotel,” lanjut Oki.

Selama berada di Surabaya, AW semakin dikekang oleh Hendri.

Setiap transaksi, Hendri mematok tarif Rp1,5 juta.

Sementara Rp 500 ribu masuk ke kantongnya dan sisanya untuk membayar biaya akomodasi, transportasi, serta upah untuk AW.

Hendri menjadi tersangka atas pelanggaran Pasal 2 Undang-Undang nomor 21 tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang dan atau Pasal 506 KUHP dan atau Pasal 296 KUHP.

“Ancaman pidananya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun,” pungkas AKBP Oki.

Baca Juga:Terungkap Ayah Tiri Rudapaksa Korban Sejak Duduk Di Bangku SD

Baca Juga:Perawat Cantik Dibakar Hidup-hidup, Eva Alami Luka Bakar di Wajah dan Tubuh, Pelaku Kabur

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.