Warga Kebumen Bernama Munding Aji Rawat 10 Ular Piton Di Pekarangan Rumah

Warga Kebumen Merawat 10 Ular Piton

Berita Hari Ini ~ Di Dusun Gunungsari Desa Pejagoan Kabupaten Kebumen, merawat 10 Ular Piton sudah jadi pemandangan wajar bagi warga sekitar.

Munding Aji (30) merawat 10 ular berukuran 4 meter sampai 10 meter, berat 300 Kg sampai 400 Kg, mendesis dan melata di pekarangan rumah.

Hobi memang unik. Kecintaan terhadap sesuatu bisa jadi berurusan dengan membahayakan nyawa di mata orang lain.

Apa lagi berkaitan dengan ular piton atau sanca berukuran raksasa, bila melilit sanggup membuat remuk tulang orang.

Munding bercerita merawat ular-ular tersebut sejak berusia kurang dari 1 tahun.

Dahulu dia takut pada ular sebab film-film yang ditonton acapkali mendeskripsikan ular sebagai hewan yang ganas.

Kira-kira 11 tahun lalu, dia mengunjungi kediaman temannya dan mendapati seekor ular yang disangkarkan jadi hewan peliharaan.

Untuk pertama kalinya Munding memberanikan diri menyentuh dan bermain-main dengan ular. Tak disangka dia justru jatuh cinta

Saking cintanya dengan ular-ular peliharannya, Munding memberi nama peliharaannya sesuai dengan karakter yang dia amati.

 

Ular Piton Bernama Syahrini

“Bagi saya ular itu makhluk yang sabar. Mulai tahun 2007 saya merawat ular. Sekarang ini untuk menghidupi mereka paling tidak tiap sebulan saya menyiapkan 100 ekor ayam,” ujarnya.

Syahrini nama untuk ular berbobot 300 Kg berukuran 10 meter, dia nilai paling lemah lembut, feminim, kalem dan paling khas jika melata kerap maju, maju, maju lalu mundur cantik.

Lalu ada pula, Rambo yang tatapannya tajam dan bermuka sangar. Sedang Amel si Albino, berkulit putih dengan corak batik kuning, tidak mau diam tapi nampak gerak-geriknya anggun.

Di antara 10 ekor ular itu, paling favorit yang sering diajak bermain oleh warga yakni Syahrini. Ular Syahrini ini oleh warga disayangi sebab jinak dan kalem saat dibelai-belai.

Syahrini, tahun 2017 silam sempat pula ditawar Rp 150 juta oleh orang dari Jakarta. Kadung sayang, Munding menolak.

Saat Munding mengeluarkan Syahrini dan Rambo dari sangkar, anak-anak yang menunggu waktu mengaji di lingkungan kampung tersebut meriung mendekat.

Mereka nampak santai membelai-belai Syahrini sembari bergurau. Ahmad Nabil (9), mengatakan tidak takut dengan ular sebab sudah biasa melihat.

Baca Juga : Seorang Pasien Wanita Cantik Dilecehkan Payudaranya Oleh Perawat Pria RS

Baca Juga : Pria Ini Buru-buru Keluar Dari Rumah Hanya Dengan Handuk Saat Gempa Melanda Jakarta

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

Di sini.jpg

Source
zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.