Pasukan pemerintah militer atau junta Myanmar dilaporkan telah melakukan serangan udara

Militer Myanmar Tembaki Sebuah Desa dari Udara

Berita Hari Ini ~Menurut kesaksian penduduk dan juru bicara milisi anti-kudeta pasukan militer mengerahkan setidaknya satu helikopter untuk melakukan seranga udara.

Penduduk setempat lainya mengatakan, militer menggunakan lima helikopter dalam serangan itu.

Sebanyak tiga helikopter bertanggungjawab atas sranga mematikan, di mana militer telah menembaki desa berpenduduk sekitar 6.000 orang itu.

Sembilan orang yang sebagaian sebara merupakan warag sipil, dilaporkan tewas, termasuk dua anak-anak.

Myanmar Now melaporkan pada Selasa (21/12/2021) mayat-mayat itu ditemukan oleh anggota tim pencarian dan penyelamatan yang mencapai pinggirna desan Hnan Khar di Kota Ganggaw wilayah Magwy setelah serangan itu.

Hanya dua dari korban yang merupana anggota pasukan perthanan diri anti-kudeta, sedangkan sisanya adalah penduduk desa tambah laporan itu.

Untuk diketahui, milisi anti-kudeta bermunculan di seluruh Myanmar untuk melawan setelah kudeta militer pada 1 Febuari 2021.

Junta telah membalas aksi protes dan kelompok itu dengan tindakan keras, yang menurut AAPP telah menewaskan lebih dari 1.300 orang.

Pada hari Jumat, militer pertama kali melancarkan serangan terhadap pertemuan PDF di wilayah tengah Sagaing yang berdekatan dengan Magway menggunakan helikopter dan jet tempur, kata penduduk.

Juru bicara militer Zaw Min Tun membenarkan bahwa militer telah menggunakan helikopter dalam serangan.

Tetapi, Zaw Min Tun tidak menjelaskan bagaimana serangan itu dilakukan oleh pihaknya.

Dia hanya mengatakan bahwa tidak ada korban jiwa dalam serangan itu.

Sementara itu, menurut analis, militer biasanya mengerahkan helikopter dan melakukan serangan udara ketika pasukan darat berjuang.

Seperti halnya pada bulan Mei, Tentara Kemerdekaan Kachin, sebuah kelompok pemberontak etnis di ujung utara negara itu, mengatakan, militer telah menjatuhkan sebuah helikopter tempur selama bentrokan sengit di dekat kota Momauk.

Awal bulan ini, militer menyerbu sebuah desa kecil di barat laut, Desa Done Taw di wilayah Sangiang.

Militer mengumpulkan warga sipil, mengikat tangan mereka ke belakang dan kemudian membakar mereka hidup-hidup.

Menurut keterangan saksi, ada sekitar 50 tentara berbaris ke Desa Done Taw sekitar pukul 11 ​​pagi pada hari Selasa, menangkap siapa saja yang tidak berhasil melarikan diri.

“Mereka menangkap 11 warga desa yang tidak bersalah,” kata saksi yang menyebut dirinya sebagai petani dan aktivis dan meminta untuk tidak disebutkan namanya demi keselamatannya.

Amerika Serikat dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengutuk keras atas apa yang disebut Washington sebagai laporan yang kredibel dan memuakkan itu.

Adapun militer telah menolak laporan tersebut dan merasa tidak melakukan kesalahan.

Secara terpisah, militer juga terlibat dalam konflik bersenjata yang sedang berlangsung dengan Persatuan Nasional Karen (KNU), sebuah kelompok pemberontak yang menentang kudeta di negara bagian Karen.

Pertempuran itu telah memaksa lebih dari 3.900 pengungsi Myanmar melintasi perbatasan dengan Thailand, menurut badan pengungsi PBB UNHCR.

UNHCR telah meminta Thailand untuk memberikan izin ‘akses mendesak’ ke para pengungsi, Senin (20/12/2021).

Ribuan pengungsi juga diyakini terjebak di sisi perbatasan Myanmar, dan KNU memperingatkan dalam sebuah pernyataan bahwa militer juga dapat menargetkan warga sipil tersebut dengan serangan udara.

KNU mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mengadakan pertemuan darurat dan mengidentifikasi zona larangan terbang untuk melindungi warga sipil.

Baca Juga:Vaksin COVID-19 Yang Dikembangkan Dalam Negeri Turki, Turkovac, Telah Menerima Izin

Baca Juga:Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mendesak Warga Dunia Agar Membatalkan Rencana Liburan Akhir Tahun

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.