Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, Mengakui Negaranya Mengalami Krisis Pangan

Kim Jong Un Mengaku Krisis Pangan Terjadi di Korea Utara

Berita Hari Ini ~Dalam pidato akhir tahun Kim, Sabtu (1/1/2022), menyebut soal referensi singkat untuk “pekerjaan pencegahan epidemi darurat”.

Selama pandemi, Korea Utara tetap diam dan memisahkan diri lebih jauh dari dunia luar.

Negara ini juga belum mengakui satu pun kasus domestik Covid-19 hingga saat ini.

Mayoritas pidato Kim berfokus pada kebutuhan untuk meningkatkan produktivitas pertanian di negara itu.

Ia juga memuji kemajuan militer di bawah kepemimpinannya yang sudah berjalan sepuluh tahun.

Sementara pemimpin Korea Utara tak menjelaskan secara gamblang mengenai tingkat kelangkaan pangan, Organisasi Pangan Dunia (FAO) telah memperingatkan kekurangan parah di negara itu pada 2021, termasuk kekurangan ratusan ribu ton beras.

Masalah krisis pangan semakin diperparah usai banjir besar melanda beberapa daerah penghasil beras paling subur di Korea Utara.

Ini bukan kali pertama Kim mengakui adanya krisis pangan di negaranya selama 12 bulan terakhir.

Pada Apil 2021, Kim mendesak orang-orang untuk menjalankan “Maret yang Sulit”, saat berpidato di pertemuan politik tingkat atas.

Istilah tersebut mengacu pada periode kelaparan yang menghancurkan di awal 1990-an, saat ekonomi Korea Utara merosot tajam menyusul runtuhnya Uni Soviet, yang mengakhiri aliran bantuan ke negara itu.

Ratusan ribu orang – atau sebanyak 10 persen dari populasi negara itu – diperkirakan mati kelaporan pada periode tersebut.

Pada Juni 2021, Kim mengakui negaranya menghadapi “situasi pangan yang tegang” akibat topan dan banjir tahun 2020.

Di bulan yang sama, FAO memperkirakan Korea Utara kekurangan sekitar 860 ribu ton makanan – yang cukup untuk persediaan lebih dari dua bulan.

Pada Sabtu, pengakuan Kim tentang “kondisi yang tidak menguntungkan tahun ini” dan keinginannya untuk “meningkatkan produksi pertanian dan sepenuhnya memecahkan masalah pangan negara”.

Sebelum mengakhiri pertemuan Partai Pekerja Korea, Kim Jong Un mmeinta agar 1,2 juta tentara negaranya siap bertaruh nyawa demi dirinya.

Hal ini disampaikan Media Korea Utara, Rodong Sinmun, lewat sebuah editorial panjang, saat negara itu merayakan 10 tahun kenaikan Kim menjadi panglima tertinggi militer.

Dikatakan, komandan militer dan tentara Korea Utara harus menjadi “benteng yang tak tertembus dan dinding antipeluru dalam membela Kim dengan mempertaruhkan nyawa mereka.”

Korea Utara juga menyerukan untuk membangun militer yang lebih modern dan maju, yang berfungsi sebagai “penjaga yang dapat diandalkan dari negara dan rakyat kita.”

Editorial itu juga mengatakan semua pasukan dan rakyat Korea Utara harus menjunjung tinggi kepemimpinan Kim untuk mendirikan negara sosialis yang kuat.

Korea Utara sebelumnya telah mengeluarkan pernyataan propaganda serupa yang mendesak orang-orang untuk bersatu membela Kim di saat-saat sulit.

Baca Juga:Sedikitnya 12 Orang Tewas dan 13 Terluka Karena Terinjak-Injak di Sebuah Kuil India

Baca Juga:Prancis Menyediakan Alat Kontrasepsi Gratis Untuk Wanita di Bawah Umur 25 Tahun

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.