Pewaris Samsung Dibui 5 Tahun Karena Skandal Korupsi Dengan Eks Presiden

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

60DetikNews ~ Pengadilan Korea Selatan menjatuhkan vonis hukuman penjara selama lima tahun terhadap pewarisSamsung,LeeJae-yong.

Lee, atau yang dikenal dengan sebutan Jay Y Lee, telah ditahan sejak Februari lalu terkait dengan serangkaian tuduhan korupsi, termasuk penyuapan, penggelapan dana, dan penyembunyian aset di luar negeri.

Kasus itu sebelumnya menyeret Park Geun-hye, mantan presiden Korea Selatan.

Lee dituding memberi sumbangan sebesar 41 miliar won atau setara dengan Rp 485 miliar kepada yayasan nirlaba yang dijalankan Choi Soon-sil, orang kepercayaan Park Geun-hye.

Sumbangan itu diduga diberikan sebagai balasan atas sokongan politik terhadap merger kontroversial antara divisi kontruksi Samsung, Samsung C&T, dan perusahaan Cheil Industries.

Penyatuan usaha itu tetap berjalan, walau ditentang sejumlah pemegang saham yang menilai merger tersebut akan merugikan pemegang saham minoritas dan pada saat bersamaan menguntungkan keluarga pemilik Samsung.

Setelah kasus ini terkuak, parlemen Korsel memakzulkan Park Geun-hye dari jabatannya sebagai presiden pada Desember 2016. Selang tiga bulan kemudian, mahkamah konstitusi mengukuhkan keputusan itu.

Pada April 2017, Park Geun-hye, 65, juga didakwa dengan pemaksaan dan membocorkan rahasia negara. Ia dituduh mengizinkan orang kepercayaannya, Choi Soon-sil, memeras berbagai perusahaan dengan imbalan keuntungan politik tertentu.

Lee Jae-yong saat ini menjabat sebagai wakil pimpinan Samsung Electronics. Tapi karena ayahnya, Lee Kun-hee, menderita serangan jantung pada 2014, ia diangkat menjadi bos perusahaan konglomerat Samsung Group. Toto

Apapun hasilnya, sidang ini merupakan pukulan besar bagi perusahaan itu. Penahanannya mungkin tidak mempengaruhi produksi jangka pendek atau jalannya perusahaan, namun mungkin ada implikasi jangka panjang. (atn/ymn)

 

Berikan Tanggapan Kalian Lewat Tombol Reaksi Di Bawah

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Leave a Reply