Planet Bumi Sekarat Lebih Cepat dari yang Kita Duga

Planet Bumi Sekarat

Berita Hari Ini ~Ancaman tiga kali lipat dari perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan kelebihan populasi terjadi di Bumi.

Umat manusia sedang menuju masa depan yang mengerikan kepunahan massal, krisis kesehatan, dan gangguan terus menerus  akibat perubahan iklim terhadap masyarakat.

Ini hanya dapat dicegah jiak para pemimpin dunia mulai menanggapi acaman lingkungan dengan serius.

Peringatan tersebut disampaikan para ilmuwan dalam sebuah makalah baru yang diterbitkan 13 Janurai di jurnal Frontiers in Conservation Science.

Dalam makalah tersebut, tim yang terdiri dari 17 peneliti yang berbasis di Amerika Serikat, Mesiko, dan Autralia mengambarkan tiga krisis besar yang dihadapi kehidupan di Bumi: gangguan iklim, penurunan keanekaragaman hayati, dan komsusi berlebihan dan kelibihan populasi masuia.

Mengutip lebih dari 150 penelitian, tim berpendapat tiga krisis ini yang akan meningkat dalam beberapa dekade mendatang-menempatkan Bumi pada posisi yang lebih genting daripada yang disadari kebanyakan orang, dan bahkan dapat membahayakan umat manusia.

Inti dari makalah baru ini bukanlah untuk memarahi warga biasa atau memperinngatkan bahwa semuanya telah hilang, tulis para penulis. Melainkan untuk mengambarkan dengan jelas ancaman yang dihadapi planet kita sehingga orang-orang dan semoga para pemimpin politik mulai menganggap mereka serius dan merencanakan tindakan mitigasi sebelum terlambat.

‘Kita bukanlah panggilan untuk menyerah,tulis para penulis di makalahnya.

‘Kami bertujuan untuk menyediakan ‘pancuran air dingin’ yang realistis dari keadaan planet ini kepada para pemimpin yang penting untuk perencanaan guna menghidari masa depan yang mengerikan.”

Akan seperti apa masa depan itu? Sebagai permulaan, tulis tim, alam akan jauh lebih “kesepian”. Sejak dimulainya pertanian 11.000 tahun lalu, Bumi telah kehilangan sekitar 50% tumbuhan darat dan sekitar 20% keanekaragaman hayati hewan, kata penulis, mengutip dua penelitian, satu dari 2018 dan lainya dari 2019. jika tren saat ini berlanjut, sebanyak 1 juta dari 7 juta-10 spesis tumbuhan dan hewan di Bumi dapat menghadapi kepunahan dalam waktu dekat.

“Hilangnya keanekaragaman hayati yang begitu besar juga akan menganggu setiap ekosistem utama planet ini. Dengan lebih sedikit serangga untuk menyerbuki tanaman, lebih sedikit tanaman untuki menyaring udara, air dan tanah, dan lebih sedikit hutan untuk melindungi pemukiman manusia dari banjir dan alamnya adalah bencana,”tulis tim tersebut,

Masa depan gelap yang dijelaskan dalam makala ini bisa teratasi jiak para pemimpin dunia dan pembuat kebijakan mulai segera menangani masalah dengan serius. Begitu para pemimpin menerima “gawatnya situasi, maka perubahan skala besar yang diperlukan untuk melestarikan planet kita dapat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan..dan keluar cepat dari penggunaan bahan bakar fosil,”saaran para penulis.

Baca Juga : Diplomatnya Kerap ‘Dilecehkan’, Iran Ancam Laporkan AS ke Mahkamah Internasional

Baca Juga : Korut Pamerkan Rudal Baru, Mampu Diluncurkan dari Kapal Selam

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.