Ramesh Raju Pahlawan Yang Tewas Menghadang Pelaku Bom Bunuh Diri Di Sri Lanka

Ramesh Raju Mencegah Pelaku Untuk Masuk

Berita Hari Ini ~ Namanya adalah Ramesh Raju. Dia menjadi pahlawan setelah tewas menghentikan salah satu pelaku ledakan bom yang menghantam Sri Lanka pekan lalu.

Hampir sepekan setelah insiden ledakan bom itu, jalan yang menuju rumah Raju du di kawasan timur kota Batticaloa penuh dengan foto maupun poster Raju.

Banyak orang mengantre untuk memberi penghormatan terakhir bagi ayah dua anak yang merupakan guru Sekolah Minggu itu.

Raju merupakan satu dari 29 orang, termasuk 14 anak-anak, yang menjadi korban tewas ketika pelaku bom bunuh diri melakukan aksinya di Gereja Zion.

Aksi kepahlawanannya dengan menghentikan pelaku bom bunuh diri di depan gereja menyelamatkan sekitar 600 jemaat yang saat itu hadir untuk merayakan Minggu Paskah (21/4/2019).

“Saat dia melihat pelaku bertindak mencurigakan, dia seharusnya bisa menyelamatkan diri. Namun, dia memilih menghadapi guna mencegahnya masuk gereja,” kata sang ayah Velusami Raju.

“Saya sangat bangga karena dia telah menyelamatkan banyak nyawa. Terutama hidup anak-anak,” terang Velusami mengomentari sang anak yang berusia 40 tahun itu.

Kota di kawasan pesisir timur itu menjadi salah satu tempat yang ditargetkan oleh kelompok ekstremis, dengan pemerintah menyalahkan National Thawheeth Jamaath (NTJ).

Berdasarkan keterangan saksi mata, saat itu Gereja Zion penuh oleh jemaat maupun peserta Sekolah Minggu, dengan Raju berinisiatif mengatur kerumunan.

Ketika dia melihat ada orang yang tidak dikenalnya mendekat dengan membawa dua tas besar, Raju segera menghentikan dan meminta pelaku untuk keluar.

Saat mereka berdebat itulah, bom pun meledak. Selain Raju, ledakan itu juga menewaskan anak-anak serta orangtua yang kebetulan berada di dekatnya.

Velusami mengatakan, Raju merupakan tulang punggung serta pilar keluarga. “Dia anak yang baik. Setiap kenangan yang kami berdua sangatlah berharga,” terang dia.

Dia mengungkapkan keduanya baru saja selesai bertelepon beberapa menit sebelum kemudian. Saat itu, Velusami mengingat kembali momen Raju bakal menghubunginya ketika ibadah selesai.

Teleponnya memang kembali berdering. Namun kali ini yang menghubungi adalah umat gereja di mana Velusami mendapat kabar putra terkasihnya tewas dalam ledakan.

Adik paling kecil Raju dilaporkan juga tewas dalam ledakan bom. Begitu juga dengan suami dan putra mereka yang masih berusia sekitar 20 bulan.

“Saya kehilangan cucu saya. Namun di saat bersamaan, saya bangga kepada putra saya menyelamatkan nyawa banyak anak. Jadi, tidak ada keluarga yang harus mengalami seperti kami,” tutur dia.

Raju mendirikan perusahaan ketika dia berusia 28 tahun, dan membina keluarga bersama gadis yang dicintainya semasa sekolah. Membuatnya menjadi contoh sukses di Batticaloa.

“Banyak tentara datang ke pemakaman dan memberi penghormatan ke peti mati anak saya atas keberaniannya. Saya harap pengorbanannya menjadi inspirasi bagi yang lain,” tukas Velusami.

Baca Juga : Ledakan Terjadi Di Sri Lanka Diduga Akibat Aksi Bom Bunuh Diri

Baca Juga : Ayu Korban Kecelakaan Dari Bus Karyawan Malaysia Airlines

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Kalian Di Agen Togel Terpercaya Musimtoto

Cash Back 2% Dan Bonus Free Saldo 10rb Untuk New Member

Agen Togel Online Terpercaya
zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.