Seorang Oknum Guru di Bengkulu Diduga Menjadi Muncikari Prostitusi Anak di Bawah Umur

Berita Hari Ini ~AS (54) seorang oknum guru disalah satu Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu diduga menjadi muncikari dalam kasus prostitusi anak di bawah umur.

Selain menjadi muncikari, AS juga ternyata melakukan persetubuhan terhadap korbannya.

Selain itu kita juga mengamankan AT (55) seorang petani, ia merupakan pengguna jasa, warga Kecamatan Curup Selatan, Kabupaten Rejang Lebong,” kata Kapolres Rejang Lebong, AKBP Tonny Kurniawan, Minggu (18/9/2022).

AS diringkus Tim 45 Satreskrim Polres Rejang Lebong.

Sebelum penangkapan AS, pihak kepolisian mendapat informasi dari masyarakat adanya dugaan prostitusi di kawasan Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong.

Setelah mengetahui identitas pelaku, Kamis (15/9/2022) polisi langsung melakukan penggerebekan di salah satu rumah di Kecamatan Curup Utara.

Saat digerebek, polisi mendapati korban dan pelaku AT sedang berada dalam ruangan.

Lalu keduanya diamankan dan polisi juga langsung mengamankan muncikari berinisial AS beserta uang transaksi sebesar Rp120.000.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Rejang Lebong, AKP Sampson Sosa Hutapea mengatakan, perbuatan AS itu sudah dilakukan sejak April 2022 lalu.

Dalam menjalani aksinya pelaku mendapatkan keuntungan dari RP 200.000 hingga Rp 50.000,” ujarnya.

Dari keterangan tersangka, usai diperiksa oleh polisi pelaku AS menyediakan tempat 2 kamar di salah satu rumah di Kecamatan Curup Utara, Kabupaten Rejang Lebong untuk dijadikan tempat prostitusi.

Pengunjung atau pengguna jasa prostitusi nanti datang ke rumah tersebut, untuk melakukan negosiasi harga.

Lalu pelaku pun menghubungi korban untuk melakukan tindakan prostitusi.

Usai persetubuhan itu selesai, pelaku AS langsung menyerahkan sejumlah uang kepada korban.

Sebelumnya pelaku AT sudah menggunakan jasa prostitusi korban sudah 2 kali.

Sedangkan pelaku AS sebelumnya juga sudah menyetubuhi korban 3 kali di lokasi rumah tersebut,” ungkpanya.

Akibat perbuatanya, kedua pelaku di sangkakan pasal 761 Jo pasal 88 Undang-undang NO 35 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang No 23 Tahun 2022, Tentang Perlindungan Anak.

Keduanya juga terancam 10 tahun kurungan penjara dan denda paling banyak Rp 200 juta.

Polisi juga mengamankan uang tunai Rp 120.000 dan satu unit handphone.

Pasang Taruhan Kalian Di Situs IDN Slot dan Togel Tergacor Mandiritogel
Deposit Pulsa, Ovo, Dana, Linkaja dan Gopay Tanpa Potongan
New Member Depo Pertama 50rb Langsung Dapat 10rb

Slot Gacor Anti Rungkat

Prediksi Togel

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.