Seorang Perawat Ini Perkosa Yang Sedang Koma di RS Sampai Hamil

Perawat Melakukan Tindakan Asusila Pada Pasien

60Detik Health ~Seorang perawat dinyatakan bersalah setelah terbukti melakukan tindakan asusila pada seorang pasien yang mengalami koma di rumah sakit. Fakta ini terungkap saat pasien tersebut melahirkan seorang anak.

Adalah Nathan Sutherland, mantan perawat yang resmi dijatuhi hukuman 10 tahun penjara setelah melakukan tindakan pelecehan seksual terhadap wanita yang tidak berdaya di Hacienda HealthCare, Phoenix, Amerika Serikat.

“Sulit membayangkan orang dewasa yang lebih rentan menjadi korban dalam kasus ini,” kata Hakim Pengadilan Tinggi MargaretLaBianca, menambahkan bahwa Sutherland mengeksploitasi posisi kepercayaannya sebagai perawat untuk melecehkan korban secara seksual.

Kasus ini pertama kali ditemukan pada Desember 2018 saat seroang karyawan di Hacienda Healthcare mengganti pakaian korban yang saat itu berusia 29 tahun itu ketika melihatnya sedang hamil besar.

Saksi mengatakan kepada polisi tidak tahu kenapa wanita malang itu bisa hamil.

Polisi kemudian melakukan tes DNA dan hasilnya terbukti bahwa DNA sang bayi cocok dengan mantan perawat tersebut. Sutherland telah ditahan sejak Januari 2019 namun baru mendapatkan keputusan resmi penahanannya pada November tahun ini.

Sutherland telah bekerja di Hacienda HealthCare sejak tahun 2012 dan polisi juga menyelidiki apakah pria itu pernah melakukan pelecehan seksual pada pasien-pasien lain dan apakah wanita yang sedang koma tersebut telah dilecehkan olehnya lebih dari satu kali.

Kelahiran yang mengejutkan ini memicu dorongan dari banyak lembaga negara, menyoroti masalah keamanan bagi pasien yang cacat parah atau tidak mampu dan mendorong pengunduran diri kepala eksekutif Hacienda dan salah satu dokter korban.

Kabar ini sangat mengejutkan sebab korban sudah koma selama 10 tahun sejak ia menjadi korban tenggelam sehingga harus menjalani perawatan di rumah sakit. Bayinya lahir pada Desember 2018 lalu dan kelahirannya sontak membuat heboh para petugas di Hacienda HealthCare.
Pengacara keluarga mengatakan pihak RS melewatkan tanda-tanda korban sedang mengandung, menunjukkan bahwa berat badannya bertambah, perutnya bengkak, dan tidak menstruasi pada bulan-bulan sebelum anak itu lahir.

Mereka mengatakan korban, mengalami kenaikan berat badan saat hamil. Keluarga juga mengatakan korban melahirkan anak laki-laki saat mengalami depresi dan tanpa obat penghilang rasa sakit.

Korban sendiri mengidap gangguan otak yang menyebabkan dia mengalami gangguan motorik dan kognitif serta kehilangan penglihatan

Sebelum hukuman dijatuhkan, Sutherland memberitahu hakim tentang masalah dalam hidupnya yang dihasilkan dari diadopsi sebagai seorang anak. Dia juga meminta maaf kepada korban dan keluarganya dan mengatakan dia mengerti situasinya juga tidak adil bagi anak itu.

Baca Juga:Desak Percepat Vaksinasi, WHO Sebut Risiko Global Varian Covid-19 Omicron Sangat Tinggi

Baca Juga:4 Fakta Varian Mengkhawatirkan Omicron, Sudah Menyebar ke Negara Asia

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.