Prabowo Subianto Diancam Santet Oleh Pria Ini Karena Pidato Indonesia Bubar 2030

Ancaman Santet Untuk Prabowo Subianto

Berita Hari Ini ~ Sebuah video bernada Ancaman Santet kepada Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto beredar di dunia maya. Dalam video berdurasi 5.33 detik itu, tampak seorang pria dengan rambut gondrong yang terkuncir memperingatkan Prabowo soal pidatonya tentang Indonesia bubar tahun 2030.

“Ingat Prabowo Subianto, Anda sudah menyakiti hati para pahlawan yang sudah meninggal, Anda sudah menyakiti jiwa-jiwa Nusantara termasuk saya. Anda mengatakan dan Anda sudah menyebarkan bahwasanya pada tahun 2030 Indonesia akan hancur. Nda sampai 2030, Anda yang akan hancur dan saya sendiri yang akan menghancurkan Anda,” ucap pria yang mengaku bernama Ario Candra Ari Wibowo dalam video tersebut.

Pria yang menjuluki dirinya Harimau Jawa itu bahkan menyebut Prabowo akan mengalami kelumpuhan. Tanpa ragu ia mengatakan bahwa penyebab kelumpuhan dan sakit yang akan dialami oleh Prabowo adalah karena dirinya.

“Prabowo Subianto… sampeyan ingat-ingat, yang menjadikan Anda lumpuh dan stroke itu saya. Karena saya akan bekerja sama dengan kekuatan Nusantara untuk memberikan Anda karma,” tegasnya.

Ario juga mempersilakan bila ada pihak-pihak yang ingin melapor ke polisi karena video yang ia rekam tersebut. Pria yang disebut-sebut berasal dari Kediri ini mengaku tidak takut dan rindu berada di penjara.

 

Tanggapan Fadli Zon Terkait Ancaman Santet Untuk Prabowo

“Silakan Anda tuntut saya Pak Prabowo Subianto, saya senang dipenjara dengan kasusnya nantinya yang Anda akan laporkan ke Bareskrim, Polda Metro Jaya, Polda Jatim, ataupun Polda Bali… silakan laporkan saya,” lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai adanya video ancaman tersebut sebagai sesuatu yang tidak perlu ditanggapi.

“Ya itu orang saya kira tidak perlu ditanggapi ya. Saya kira orang seperti itu, pertama tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Pak Prabowo, kedua bisa saja orang itu adalah orang suruhan dari lawan politik, ya kita dengar seperti itu,” ujar Fadli kepada kumparan, Selasa (2/4).

Fadli tidak menampik bila nantinya pihaknya akan melaporkan yang bersangkutan kepada pihak yang berwajib.

“Tentu nanti kalau perlu kita laporkan, (ya) kita laporkan. Walaupun hukum kadang-kadang untuk kepentingan penguasa,” kilah Fadli.

Baca Juga : Detik-detik Menegangkan Pelumpuhan Pria Yang Bawa Pistol Di Solo

Baca Juga : Pelaku Pembunuh Supir Go Car Di Palembang Menyerahkan Diri Ke Polisi

 

Ayo Daftar Dan Pasang Angka Jitu Kalian Sekarang

Cash Back 2% Untuk Semua Pasaran Setiap Minggunya

Leave a Reply