Tan Malaka Institute Tuntut Hak Dasar Status Pahlawan Tan Malaka

Tan Malaka Institute Tuntut Hak Dasar

Berita Terkini  ~  Para pengagum pahlawan Nasional Tan Malaka yang tergabung dalam Tan Malaka Institute mendesak pemerintah segera memberikan hak dasar atas melekatnya status pahlawan nasional kepadanya.

Hal tersebut disampaikan Khotibul Umam Wiranu, Direktur Eksekutif Malaka Institute saat menziarahi makam Tan Malaka di Selopanggung, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Kamis (9/11/2017), untuk menyambut Peringatan Hari Pahlawan 10 November.

Hak-hak dasar itu, kata Umam, di antaranya berupa pemugaran makam pemilik nama asli Sutan Ibrahim bergelar Datuk Tan Malaka.

Itu dilakukan agar bisa lebih merepresentasikan sebagai makam pahlawan nasional.

“Hak lainnya adalah perhatian kepada keluarga ahli waris Tan Malaka,” ujarnya.

Hak yang tidak kalah pentingnya juga, sambung Khotibul adalah hak masuknya sejarah Tan Malaka dalam materi ajar pada kurikulum pendidikan nasional.

Sebab, berbeda dengan para pahlawan nasional lainnya, selama ini materi tentang Tan Malaka tidak bisa ditemui dalam kurikulum nasional. Padahal Tan Malaka dianggap sebagai peletak dasar republik.

“Justru materi bacaan itu dari sumber lain,” imbuhnya.

Baca Juga : Ilija Spasojevic Resmi Menyandang Status Pemain Timnas Indonesia

Baca Juga : Heboh !! Hewan Aneh Apakah Yang Muncul Di Sungai Kalbar, Apakah Suatu Pertanda ?

2120499Makam-tan-malaka-kediri-2780x390.jpg

Mengenang Jasa Pahlawan Makam Tan Malaka

Karena itu, menurutnya pemerintah juga sudah selayaknya mendirikan monumen pahlawan Tan Malaka sebagai bentuk apresiasi. Apalagi Kediri juga banyak pahlawan besar lainnya.

Untuk diketahui, makam pahlawan nasional asal Sumatera Barat itu berada di Selopanggung kawasan Lereng Gunung Wilis.

Di lereng tersebut penulis buku Madilog ini diyakini tewas ditembak  Toto oleh tentara pada tahun 1949 silam.

Penelusuran kebenaran makam itu sudah pernah dilakukan bahkan dengan penelitian sampel DNA.

Keluarga juga sudah meyakininya sebagai makam Tan Malaka.

Pada Februari 2017, ahli waris Tan Malaka datang ke Kediri berencana memindahkan makamnya ke Suliki, Sumatera Barat.

Namun rencana itu urung dilakukan dan berakhir dengan pemindahan secara simbolik dengan pengambilan segenggam tanah makam.

Baca Juga : Seorang Wanita 45 Tahun Tewas Di Kanibal Oleh Berondong Peliharaannya

Baca Juga : Seekor Belalang Ditemukan di Lukisan Van Gogh dari Tahun 1889

 

Berikan Tanggapan Kalian Serta Share Lewat Tombol Di Bawah

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.