Terapis Pijat di Sumatera Utara Mengaku Diperas Oknum Polisi Puluhan Juta

Oknum Polisi Peras Terapis Pijat

 

Berita Hari Ini ~Mia adalah wanita pekerja terapis pijat yang ada di dua tempat pijat di komplek rumah toko Jalan MH Sitorus, Kota Pematang Siantar.

Tak tanggunng-tanggung, para perempuan yang melayani jasa pijat itu diperas lebih dari Rp 50juta.

Dugaan pemerasaan ini disampaikan Mia, salah satu pekerja pijat.
Ia mengatakan awalanya Kamis (7/10/2021), salah seorang pria hendak minta dilayani pijat. Namun ternyata pria tersebut polisi yang mereka kenal bernama Acong.

Tamu itu mau kusuk, udah ngusuk tamu, aku itu dikasih uang Rp 400 ribu, kita main saja,”katanya Mia menirukan percakapan onkum polisi itu.

Mia yang semula hanya melayani pijat, diminta melakukan hubungan seks oleh oknum polisi tersebut. Bahkan ia diminta mencarikan kondom untuk melayani onkum tersebut.

Katanya engga apa-apa. nggak ada orang. Pas aku buka baju terus dia keluarkan hp ngevidoein itu,”ceritanya Mia.

Teman sesama peekrja terapis lainnya, Suli, menerangkan bahwa beranjak dari siut, 4 porsenol kepolisian lainya datang dan langsung naik ke lantai atas.

Papar polisi tersebut tak menjelaskan dugaan pelanggaran apa yang terjadi di lokasi terapi di mana meraka mencari nafkah.

Para pekerja terapis pun kaget saat dikumpulkan oleh polsisi yang mengaku berasal dari Polda Sumut.

Mereka tak diperlihatkan surat tugas razia, penggeledahan atau semacamnya. Bahkan handphone mereka langsung disita dan dibawa masuk ke dalam mobil.

Datang tiba-tiba langsung ke kamar mandi. Terus naik ke atas. Mereka naik mobil Avanza putih. Terus mereka sorot semua pakai kamera (hp). Mereka mau razia, saya bilang tunggu tauke saya dulu. Tapi nggak ada katanya. Hp kami langsung disita,” kata Sulli.

“Kami dibawa ke Renakta Polda Sumut di Medan. Kami ditanya kerjanya apa, kami bilang massage. Kami tunggu ditebus sama tauke baru kami katanya boleh pulang,” cerita Suli.

Suli yang khawatir menceritakan hal ini kepada wartawan mengaku, ia dan teman temannya merasa dijebak.

Mereka yang harusnya melayani pijat tapi digiring melakukan hubungan terlarang dan berakhir dengan permintaan sejumlah uang.

“Suruh damai pertama Rp 100 juta. Kemudian Rp 75 juta ya saya bilang kami cari makan untuk anak-anak kami. Kemudian jadi Rp 50 orang. Kami satu orang jadi masing-masing Rp 10 juta,” cerita Suli.

Suli mengatakan mereka dijebak dengan melakukan dugaan tindak pidana prostitusi online. Ia sendiri heran padahal hari itu tak melakukan apa-apa di tempat pijat.

“Satu dari mereka bilang, bahwa punya rumah yang ada patung Liberty di depan mi sop Lestari. Gara gara ini saya jual lembu di kampung,” kata Suli.

Suli menjelaskan bahwa mereka memberikan uang tersebut ke para polisi. Selain mereka, lokasi pijat di tempat sebelah juga dimintai uang damai yang kabarnya juga puluhan juta rupiah.

“Pas kami kasih uangnya, langsung mereka bagi-bagi di depan kami,” tutupnya.

Menanggapi hal tersebut, Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengatakan akan segera memeriksa kabar yang beredar tersebut.

Ia pun mengucapkan terima kasih setelah dikirim video yang diduga anggotanya yang terekam kamera CCTV di sebuah ruangan.

Panca menyebutkan agar awak media mengkonfirmasi ke Kabid Humas Polda Sumut.

“Trims infonya, tolong konfirmasi ke kabid Humas ya, dan saya akan cek,” kata Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Kamis (4/11/2021).

Baca Juga:Baru Sehari Pacaran Kakak Kelas Nyaris Rudapaksa Siswi SMA

Baca Juga:9 ABK MV Voyager asal Jawa Timur 5 Bulan Tak Digaji Tertahan di Guam

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.