Trump Ingin Menghidupakan Kembali ‘Perang Muslim’ Setelah Teror Barcelona

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

60DetikNews ~ Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump merespons serangan teror di Barcelona dengan mengulangi mitos perang di Moro, Filipina, yang dianggap sebagai “perang Muslim”. Mitos yang lebih dari 100 tahun silam menyebut, jenderal AS mencelupkan peluru ke darah babi untuk memerangi gerilyawan Muslim.

Para pemimpin dunia menyatakan simpati setelah kota di Spanyol itu diguncang oleh serangan teror pada Kamis (17/8/2017). Serangan dijalankan pelaku dengan sebuah van yang ditabrakkan ke kerumunan orang di Las Ramblas, Barcelona.

Serangan teror di Barcelona menewaskan 13 orang dan puluhan lainnya terluka. Kelompok Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) mengklaim di balik serangan itu. Namun, klaim itu belum bisa diverifikasi.

Trump melalui Twitter pada awalnya mengutuk serangan di Las Ramblas dan menawarkan bantuan AS untuk Spanyol.

Tapi, dalam tweet lanjutan, miliarder AS itu menghidupkan kembali mitos “perang Muslim” di Moro, Filipina, yang dijalankan Jenderal AS, John Pershing. Jenderal itu pernah menjadi gubernur provinsi Moro antara tahun 1909 dan 1913.

“Pelajari apa yang dilakukan Jenderal Pershing dari AS terhadap teroris saat ditangkap. Tidak ada lagi Teror Islam Radikal selama 35 tahun!” tulis Trump via akun @realDonaldTrump.

Tweet seperti ini pernah dimunculkan Trump dalam sebuah rapat untuk pemilu AS di South Carolina pada bulan Februari 2016. Kala itu, dia membahas bagaimana AS menjadi tangguh terhadap ekstremisme dengan meniru perang terhadap gerilyawan Muslim di Moro. Toto

“Mereka memiliki masalah terorisme seperti yang kita lakukan,” kata Trump kala itu ”Dan dia (Jenderal Pershing) menangkap 50 teroris yang melakukan kerusakan luar biasa dan membunuh banyak orang.”

”Dan dia membawa 50 teroris, dia mencelupkan 50 peluru dengan darah babi,” lanjut Trump. (atn/ymn)

 

Berikan Tanggapan Kalian Lewat Tombol Reaksi Di Bawah

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Leave a Reply