Viral Kasus Remaja Pria Diduga Dirudapaksa Biduan Dangdut, Begini Tanggapan Pakar Hukum

Remaja Pria Diduga Dirudapaksa Biduan Dangdut

Berita Hari Ini ~Remaja pria berinisal FU (16) itu diduga diperkosa oleh seorang biduan dangdut (28).Menanggapi kasus itu, advokat Wawan Muslih mengatakan, sang biduan bisa saja dijerat pasal berlapis jika terbukti bersalah.

Beberapa waktu lalu, terkuak kasus rudapaksa atau pemerkosaan yang menimpa seorang remaja pria di Probolinggo, Jawa Timur.

Hal itu melihat usia korban yang masih kategori anak di bawah umur.

“Si perempuan ini bisa dikenakan pasal berlapis menggunakan UU Perlindungan Anak,” ucap Wawan.

Adapun ancaman penjara, minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun.

Dalam kasus ini, aparat penegak hukum perlu mengulik lebih dalam.

Kata Wawan, perlu diketahui apakah si korban sempat menolak saat kejadian berlangsung.

Sebab, lanjut Wawan, esensi dari tindakan pemerkosaan adalah adanya paksaan dari pelaku.

Jika korban sempat menolak, tetapi pelaku memaksa.

Biduan dangdut berumur 28 tahun itu telah diperiksa oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Probolinggo akhir pekan lalu.

Pemeriksaan dilakukan setelah penyidik memeriksa FU yang mengaku sebagai korban dan telah disetubuhi biduan cantik itu selama 3 hari berturut-turut.

Seperti diketahui, hubungan antara biduan cantik dengan FU adalah rekan kerja. FU sebagai fotografer wedding, sedangkan biduan cantik berinisial DAP itu sebagai penyanyinya.

Meski rekan kerja dan melakukan hubungan badan, namun ayah FU tidak terima dan melaporkan biduan tersebut ke Polres.

Untuk tindaklanjut dari laporan tersebut, Kasat Reskrim Probolinggo Kota AKP Heri Sugiono mengatakan, pihaknya telah memeriksa korban maupun terlapor.

“Sabtu (24/4/2021) kami sudah mengintrogasi biduan. Beberapa hari sebelumnya kami juga sudah memeriksa FU,” kata Heri, dikutip dari Surya, Senin (26/4/2021).

Dalam introgasi itu, Heri mengatakan, DAP menyangkal semua tuduhan FU.

DAP berkilah laporan FU tidak tidak benar,” ujarnya.

Meski DAP menepis, kata Heri mengatakan pihaknya akan tetap menyelidiki kasus ini.

Bahkan rencananya FU dan DAP akan dikirim ke Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jatim untuk dilakukan pemeriksaan.

“Pertimbangannya karena melibatkan anak di bawah umur dan terlapor menyangkal,” terangnya.

Sementara itu, Heri mengaku butuh waktu untuk mencari fakta-fakta kebenaran dalam kasus ini.

Sebab kasus tersebut melibatkan anak di bawah umur.

“Yang jelas kami membutuhkan waktu cukup panjang karena kasus ini beda dengan biasanya.

Nanti kami libatkan dokter maupun ahli psikologis untuk memeriksa mereka,” pungkasnya.

Baca Juga:Diduga Api Cemburu Pemuda di Cianjur Bakar Kekasihnya Sendiri

Baca Juga:Lagi Asyik-asyiknya Berhubungan Intim dengan Pria Selingkuhan, Anaknya 2 Tahun Dimatikan

 

Hari Gini Masih Galau Cari BO Yang Aman ? Mau Gabung Di BO Aman Dan Terpercaya ?
Mau Menang Jackpot Togel Dengan Modal 20rb? Segera gabung dapatkan Ragam Promo Menarik
Jadi Buruan Daftar Dan bergabung dengan kami

zvr
Bagaimana Reaksimu ?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.